KPU Kabupaten Tulungagung Segera Sisir Siswa Tak Punya KTP-el

Masyarakat bisa mendatangi langsung Kantor KPU Tulungagung yang berada di Jl KHR Abdul Fatah Kota Tulungagung untuk melapor jika tidak tercantum dalam DPT Pemilu 2019.

Tulungagung, Bhirawa
Sebanyak 12.993 pemilih pemula di Tulungagung, utamanya siswa SMA/SMK/MA rentan kehilangan hak suaranya dalam Pemilu 2019 mendatang. Kebanyakan di antara mereka diyakini masih belum memiliki e-KTP yang menjadi persyaratan dalam memilih di Pilpres dan Pileg tersebut.
Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, pada Bhirawa, Selasa (9/10),mengungkapkan KPU Tulungagung saat ini mulai menulusuri para pemilih pemula yang terancam tidak bisa memilih di Pemilu 2019. “Dan pada pekan ini pula setelah tanggal 11 Oktober, kami akan datangi simpul-simpul dari pemilih pemula itu. Seperti di sekolah-sekolah SMA/SMK/MA dan di pondok-pondok pesantren,” ujarnya.
Menurut Suprihno, dengan datang langsung ke sekolah dan pondok pesantren merupakan salah satu cara efektif untuk dapat menemukan pemilih pemula yang belum memiliki e-KTP. Sehingga mereka diharapkan segera mengurus dan melakukan perekaman e-KTP.
“Kami akan jemput bola. Selain juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Penacatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung agar dapat memperlancar pemilih pemula dalam perekaman dan mendapatkan e-KTP,” paparnya.
Diakui Suprihno, sesuai aturan dalam Pemilu 2019 bagi yang tidak memiliki e-KTP tidak diperbolehkan untuk memilih. “Kalau tahun 2018 masih bisa menggunakan e-KTP atau surat keterangan (suket). Tetapi tahun 2019 sudah harus pakai e-KTP,” tuturnya.
sejauh ini KPU Tulungagung terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak kehilangan hak pilihnya. Apalagi KPU Tulungagung sudah mendeklarasikan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) belum lama ini.
“Dalam 10 hari setelah deklarasi GMHP kami melakukan sosialisasi pada masyarakat. Dan 10 hari berikutnya ke simpul-simpul yang diperkirakan rentan akan kehilangan hak pilihnya seperti pemilih pemula,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan, alumni Universitas Jember (Unej) ini membeberkan sudah ada beberapa warga yang melapor ke KPU Tulungagung karena tidak tercantum dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). “Kami memang sudah meminta pada masyarakat yang tidak tercantum namanya dalam DPT untuk melaporkan diri. Bisa datang langsung ke Kantor KPU Tulungagung atau melapor lewat aplikasi android KPU Tulungagung. Sedang untuk mengecek apakah sudah masuk DPT atau belum bisa lihat papan pengumuman DPT atau cek di http//dpt.kpu-tulungagungkab.go.id,” katanya.
Saat ini jumlah pemilih yang tercantum di DPT perbaikan untuk Pemilu 2019 di Tulungagung mencapai 856.153 pemilih. “Jadi kami harapkan masyarakat untuk cek nama di DPT. Sudah masuk apa belum. Kalau belum lapor dan kami pun akan menghapus nama yang sudah meninggal dunia,” tutur Suprihno lagi. (wed)

Tags: