Kota Surabaya Jadi Role Model Keselamatan Jalan

Surabaya, Bhirawa
Kota Surabaya terpilih menjadi role model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam keselamatan jalan. Untuk itu, Kota Pahlawan mendapat kehormatan sebagai benchmark dan kegiatan sharing session serta penjurian Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menuturkan, Kota Surabaya telah meraih juara sebanyak tiga kali dan sebagai excellent city untuk kategori Kota Metropolitan. Karena itulah, akhirnya Kota Surabaya diputuskan tidak diikutkan dalam lomba IRSA 2018, dan diberikan kehormatan khusus sebagai benchmark dan tuan rumah penjurian.
“Pada 2015, Kota Surabaya dinyatakan sebagai finalis IRSA dan menjadi juara. Begitu pula pada 2016 menjadi finalis dan mendapat penganugerahan juara umum kategori kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa. Kemudian pada 2017 menjadi finalis kategori khusus atau excellent city dan mendapat penganugerahan juara umum dan juara khusus penanganan speeding,” ujar Irvan, Rabu (3/9).
Khusus untuk 2018, jelas Irvan, berdasarkan pertimbangan panitia dan dewan juri yang terdiri dari para pakar transportasi, pakar keselamatan jalan, kepolisian dan unsur birokrasi di Kementerian Perhubungan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PU serta Kementerian Kesehatan, Kota Surabaya tidak diikutkan IRSA 2018.
“Kita tidak mempermasalahkan tidak diikutkan IRSA 2018. Karena kita telah diberikan kehormatan khusus sebagai benchmark dan kegiatan sharing session serta penjurian IRSA 2018 yang dilaksanakan pada 4-5 Oktober 2018,” ungkapnya.
Irvan mengatakan, ada beberapa program keselamatan jalan yang menjadi titik fokus penilaian dalam IRSA 2018. Yakni manajemen keselamatan jalan atau safer management, jalan yang berkeselamatan atau sader road, kendaraan yang berkeselamatan atau safer vehicle, pengguna jalan yang berkeselamatan atau safer user dan penanganan korban pasca kecelakaan atau post crash response.
Untuk sharing session, kata Irvan, akan dilaksanakan pada 4 Oktober di Mall Pelayanan Publik atau Gedung Siola lantai 4 Jalan Tunjungan Nomor 1 Surabaya. Nantinya, dalam sharing session ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan menjadi keynote speaker dengan tema kontekstualisasi Smart City dalam Tata Kelola Keselamatan Jalan.
Pada Jumat 5 Oktober di tempat yang sama, akan dilakukan penjurian finalis IRSA 2018. Di antara kota-kota yang akan dinilai adalah Kota Balikpapan, Kota Semarang, Kota Tangerang, Kota Banjarmasin, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Pekalongan, Kota Jogjakarta, Kota Ambon, Kota Bitung, Kota Samarinda, Kota Probolinggo dan Kota Bontang,” pungkasnya. [iib]

Tags: