Kapolda Luki Hermawan Gandeng Pimpinan Gereja Jatim Tangkal Hoaks

Coffee morning Kapolda Jatim dengan Dewan Gereja se-Jatim, Kamis (4/10).[abednego/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menggandeng pimpinan gereja di Jatim untuk bersama-sama menangkal hoaks (berita palsu). Bahkan di momen Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, pimpinan gereja diminta juga menangkal hate speech (ujaran kebencian).
Kegiatan bertemakan Coffee Morning Kapolda Jatim bersama Dewan Gereja se-Jatim, Kamis (4/10) di Mapolda Jatim ini sekaligus sebagai ajang silaturahim.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kamtibmas di Jatim. Apalagi dalam momen pesta demokrasi politik, yakni Pileg dan Pilpres 2019.
“Hari ini (Kamis kemarin, red) kami dengan pimpinan gereja se-Jatim dalam acara cangkrukan atau coffee morning, menggandeng komunitas-komunitas demi menjaga kamtibmas di Jatim,” kata Irjen Pol Luki Hermawan usai kegiatan Coffee Morning Kapolda Jatim bersama Dewan Gereja se-Jatim di Mapolda Jatim.
Selain menggandeng elemen masyarakat, alumnus Akpol 1987 ini mengaku, pihaknya membutuhkan tokoh-tokoh agama untuk bersama dan berperan aktif menangkal hoaks dan ujaran kebencian. Sebab, untuk masalah pengamanan selama proses maupun tahapan Pemilu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Terutama dalam hal ini kerjasama antar Polri dan TNI.
“Menghadapi Pemilu 2019, kami berharap peran gereja ikut melancarkan dan mengamankan situasi kamtibmas di Jatim,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Pdt Rudolf F Polimpung berterima kasih atas coffee morning yang diadakan Polda Jatim. Pihaknya mengapresiasi dan mendukung ikhtiar dari Kapolda Jatim dalam menangkal hoaks dengan memulai dari lingkungan gereja. Sebab menurutnya pengaruh berita hoaks sangat besar efeknya bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada bapak Kapolda Jatim atas undangannya. Tujuan coffee morning ini sangat bagus, yakni agar jemaat jangan sampai termakan hoaks,” ucap Rudolf.
Rudolf menambahkan untuk terhindar dari bahaya hoaks dan ujaran kebencian, pihaknya membentuk tim khusus. Tim khusus ini adalah tim doa syafaat untuk bangsa dan negara. Sambung Rudolf, tim khusus ini bertujuan untuk mendoakan negara Indonesia agar terhindar dari bahaya seperti isu-isu yang menyebarkan kebencian. Bahkan untuk mendoakan, khususnya agar Jatim terbebas dari bahaya berita hoaks.
“Tim doa khusus ini tujuannya untuk mendoakan pimpinan di Jatim. Terutama untuk terhindar dari bahaya radikalisme, intoleransi dan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), berita hoaks yang sangat merugikan,” ungkapnya.
Rudolf mengimbau pihak gereja bergandengan dengan masyarakat untuk menjaga situasi aman di Jatim. “Kami juga mengajak rekan-rekan wartawan untuk bersama-sama menanggulangi berita hoaks. Sehingga menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Jawa Timur,” imbaunya. [bed]

Tags: