Jatim Specta Night Carnival Bakal Ramaikan Sumenep

Pemprov Jatim, Bhirawa
Karnaval potensi seni budaya dan pariwisata dari masing-masing kabupaten kota di Jawa Timur, siap meramaikan Kabupaten Sumenep. Hal ini dikarenakan Kabupaten Sumenep yang menjadi tuan rumah Parade Seni Budaya Jatim Specta Night Carnival, Sabtu (20/10). Karnaval ini start di depan masjid Jami’ hingga finish di GOR A Yani Sumenep.
Setiap tahunnya Jatim Specta Night Carnival dilaksanakan secara bergantian di kabupaten/kota di Jatim. Sebelumnya, kegiatan yang diselenggarakan Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu, pada tahun lalu berlokasi di Kota Malang.
Kali ini, karvanal yang bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Sumenep dan dalam rangkaian Hari Jadi Provinsi Jatim ke-73 ini hanya diikuti 24 peserta saja, dengan tamu dari Jogjakarta dan Kalimantan Timur. Banyak hal penyebab tidak ikutnya kabupaten/kota tersebut, mulai dari event yang bersamaan hingga anggaran yang dipersiapkan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Disbudpar Jatim Sinarto Skar, MM melalui Plt Kabid Kebudayaan Sukatno SSn, MM mengatakan untuk tahun ini, Jatim Specta Night Carnival bertemakan Pesona Budaya Keraton. “Dengan tema ini menampilkan visualisasi tafsir dan simbol keraton. Misal jaman panji, dan bangsawan seperti apa. Termasuk keretanya,” katanya, Rabu (17/10).
Sebelumnya Disbudpar Jatim telah melaksanakan kegiatan Workshop Seni Tradisi 2018 dengan tema Seni Arak-arakan Jawa Timur di Sumenep. Workshop ini diselenggarakan agar karnaval yang nantinya juga akan diselenggarakan di Sumenep tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan konsep penyelenggaraannya.
Sebagaimana diketahui, karnaval yang sudah dilaksanakan sebanyak empat kali itu berlangsung malam hari sehingga dibutuhkan kiat khusus bagi peserta agar dapat tampil maksimal.
Sebanyak empat narasumber dihadirkan dalam workshop kali ini untuk memberikan wawasan tentang Seni Arak-arakan Jawa Timur. Materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu Penataan Arak-arakan (Teknik Penyajian) oleh Heri Lentho Prasetyo.
Selanjutnya, Penataan Artistik dengan narasumber Nanang Moechsinin alias Nanang Gabus, Desain Tata Rias dan Busana oleh Subari Sofyan, dan materi ke empat adalah Estetika Keraton/Kadipaten dalam Perspektif Kesejarahan Jawa Timur dengan narasumber sejarawan Adrian Perkasa. [rac]

Tags: