Jadi Tersangka, Rendra Mundur dari Ketua DPW NasDem

Tim Penyidik KPK yang didampingi personil Polisi saat melakukan penggeledahan di Kantor BPKAD Pemkab Malang, di area Pendapa Agung Kabupaten Malang, di Jalan KH Agus Salim, Kec Klojen, Kab Malang.

Ipong Pilih Fokus Menangkan NasDem Jatim
Malang, Bhirawa
Bupati Malang Rendra Kresna mengaku bahwa dirinya sudah berstatus sebagai tersangka atas kasus gratifikasi dari pengusaha yang mengerjakan proyek dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011. Ia juga memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim.
“Iya, saya sudah berstatus tersangka ketika saya baca berita acara pada saat penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja di Pendopo Agung dan di rumah saya kemarin (8/10),” kata Rendra Kresna di Malang, Jatim, Selasa (9/10).
Karena status tersebut, dia memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim. “Demi kebaikan partai dan saya pribadi, lebih baik saya mengundurkan diri,” ucapnya.
Saat disinggung mengenai kasus yang menimpanya, Rendra mengaku tidak mengetahui detail dugaan aliran DAK yang dia terima dari pemborong, bahkan nominal yang diterima pun tidak tahu. “Saya ingin fokus menyelesaikan persoalan hukum ini. Namun, sekarang saya masih bekerja seperti biasa sembari menerangkan kondisi kepada jajaran saya,” katanya.
Meski berstatus tersangka, Rendra masih memimpin rapat karena ada kegiatan yang harus segera diselesaikan. “Saya perlu menjelaskan kepada jajaran terkait dengan kondisi dan informasi yang mereka baca,” ujarnya.
Terkait pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim, Rendra mengaku itu hal yang memang harus dilakukan bagi kader yang tidak bisa lagi all out karena harus berhadapan dengan kasus atau perkara hukum.
Bahkan ia mengaku sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya ke Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh. “Itu saya lakukan, agar fokus dalam menghadapi proses hukum yang akan dilakukan oleh KPK. Selain itu juga, Partai Nasdem dapat fokus dalam Pemilu 2019 mendatang,” katanya.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bisa memastikan nama-nama yang berstatus tersangka di Malang. “Sebelum informasi resmi disampaikan KPK dalam konferensi pers, tentu saya belum bisa mengonfirmasi kebenaran informasi tentang pihak-pihak yang jadi tersangka,” kata Febri dalam pesan pendek kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait nama-nama tersangka saat ada kegiatan KPK di Pendopo Pemkab Malang.
Kegiatan KPK di Kota Malang sudah dilakukan sejak Senin (8/10). Namun, Febri belum bisa menjelaskan informasi mengenai penyidikan yang tengah diusut. Penggeledahan yang dilakukan KPK di lingkungan Pemkab Malang masih terus berlanjut hingga Selasa (9/10).
Ada empat pokasi yang digeledah oleh KPK, Senin (8/10), yakni Pendopo Bupati Malang, kantor swasta, rumah swasta, dan rumah aparatur sipil negara (ASN).
Pada hari Selasa, KPK menggeledah Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, dan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang.

Menangkan NasDem
Pasca mundurnya Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai Ketua DPD Nasional Demokrasi (NasDem) lantaran dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat partai besutan Surya Paloh mencari kandidat penggantinya.
Kandidat kuat penggantinya Ketua DPW NasDem Jatim adalah Ipong Muclissoni. Bahkan Bupati Ponorogo juga mengaku telah dihubungi Surya Paloh untuk menggantikan Rendra Krisna. “Iya, saya sudah diminta Ketum (Surya Paloh,red) untuk menggantikan Pak Rendra sementara. Saya siap,” kata Ipong, Selasa (9/10).
Meski demikian, perintah tersebut diakui Ipong hanya sebatas telpon bukan surat keputusan (SK). “Saya sudah ditelepon Pak Surya Paloh untuk menggantikan Pak Rendra. Hanya sebatas lisan suratnya belum ada,” ujarnya.
Namun, Bupati Ponorogo ini pun tidak serta merta langsung penunjukan dirinya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jatim. Sebab, Ipong mengaku dirinya ingin fokus dalam memenangkan NasDem. “Saya usul, selanjutnya agar penggantinya bukan saya. Karena saya mau fokus sebagai Ketua Bappilu NasDem Jatim,” pinta Ipong.
Ipong menyatakan ia lebih memilih untuk fokus ke pemenangan NasDem di Pemilihan Legislatif. Jika menjabat ketua DPW juga, dia khawatir malah tidak punya waktu menyelesaikan semua tugas. “Sekarang kita cari mana yang lebih bermanfaat. Perkara setelah pileg jadi ketua DPW itu ya beda cerita,” ungkapnya.
Dia mengatakan untuk Pileg 2019, NasDem Jatim mematok 15 kursi untuk DPR RI. Untuk DPRD Jatim, NasDem menargetkan perolehan 17 kursi. Adapun di kabupaten/kota ditargetkan minimum bisa membentuk satu fraksi sendiri.
Soal usulannya agar DPP menunjuk orang lain sebagai Plt sudah disampaikan kepada Surya Paloh. Jawabannya akan dibahas lebih lanjut. “Katanya nanti akan dirapatkan di DPP,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G Plate saat dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan, jika Ketum Partai Nasdem Surya Paloh telah menerima surat pengunduran diri Rendra Kresna sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Jatim. “Karena Rendra Kresna mengundurkan diri dari Ketua DPW, maka pihaknya akan melakukan proses pergantiannya Ketua DPW Partai Nasdem Jatim yang Ditinggalkan Rendra. [geh,cyn]

Tags: