Identitas Pakde Karwo Beri Pengaruh Kuat

Pakar Komunikasi Unair Dr Suko Widodo

(Pendirian Rumah Jo-Wo) 

Surabaya, Bhirawa
Peresmian Rumah Jo-Wo (Jokowi – Karwo) oleh Komunitas Pakde Karwo menarik perhatian pakar komunikasi Universitas Airlangga Dr Suko Widodo. Menurutnya, penggunaan identitas Pakde Karwo merupakan pilihan tepat untuk menarik perhatian masyarakat Jatim. Kendati dalam peresmiannya, Pakde Karwo tidak tampak hadir maupun memberikan dukungan secara resmi.
Dosen Fisip Unair tersebut mengakui, Pakde Karwo tidak sekadar Gubernur Jatim yang memiliki tugas sebagai kepala daerah atau ketua partai politik. Lebih dari itu, dia juga menjadi opinion leader bagi publik di Jatim. “Sekalipun tanpa kata-kata dukungan dari Pakde Karwo, identitas tersebut sudah cukup. Pengaruhnya akan cukup besar dalam menarik perhatian pemilih di Jatim,” tutur Suko saat dikonfirmasi kemarin, Senin (8/10).
Ketua Persatuan Humas Surabaya itu mengakui, bagi pemilih di Jatim, Pakde Karwo ibaratnya menjadi kartu trump dalam permainan bridge. Sehingga, pada siapa kartu itu dipegang, maka potensi kemenanganya akan signifikan. “Tidak dipungkiri, bahwa ada kesan tidak seirama antara Parta Demokrat Jatim dengan DPP. Tetapi, hal tersebut bisa dimaklumi dengan mudah karena DPP Demokrat memberikan ruang yang longgar bagi konstituennya untuk memilih presiden,” tandasnya.
Sebagai Ketua DPD Parta Demokrat, menjadi sangat wajar ketika Pakde Karwo akan menentukan sikap secara terus terang dalam memberikan dukungan politik. Meskipun saat ini, lanjut dia, istilah yang digunakan masih Komunitas Pakde Karwo.
Terpisah, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menanggapi penyematan namanya dalam rumah Jo – Wo dengan normative. Menurutnya, namanya dipakai oleh teman-temannya yang dan itu dianggap sah-sah saja. “Kalau ada teman-teman saya mengaku teman saya kan tidak apa-apa,” tutur dia.
Ditanya terkait dukungannya terhadap proses pemenangan Jokowi, Pakde Karwo mengaku hingga saat ini pihaknya masih menjabat sebagai Gubernur Jatim dan harus netral sampai 12 Februari mendatang. “Setelah 12 Februari nanti saya belum ada rencana apa-apa,” pungkas dia singkat. [tam]

Tags: