Gempa Rusak 246 Rumah di Pulau Sapudi

Gubernur Jatim bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman saat meninjau kondisi Pulau Sapudi-Sumenep pasca gempa.

Gubernur Targetkan Perbaikan Rumah Selesai Tiga Minggu
Pemprov Jatim, Bhirawa
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat pasca gempa berkekuatan 6,4 skala ricter yang melanda Pulau Sapudi, Kamis dini hari (11/10). Terdiri dari Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya para petinggi Jatim ini langsung meninjau lokasi gempa dihari itu juga.
Usai meninjau lokasi, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menyatakan 246 rumah rusak menjadi tanggung jawab Pemprov dan ditargetkan tiga minggu sudah selesai pembangunannya.
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini menjelaskan, 246 rumah yang rusak rinciannya yakni 210 rumah di Kecamatan Gayam, Sumenep dan 36 rumah di Kecamatan Nonggunong, Sumenep. Kategorinya ada 30 rumah yang mengalami kerusakan berat, 80 rumah rusak sedang, dan 128 rumah yang rusak ringan. Dia menegaskan semua kerusakaan itu merupakan tanggungjawab Pemprov untuk memperbaiki.
“Kita berharap bencana ini sudah cukup ditangani oleh Pemprov Jatim bekerjasama dengan Polda dan Kodam V serta pemerintah daerah setempat. Rumah yang rusak kita perbaiki, yang sakit kita tanggung, yang meninggal kita beri santunan,” tutur Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim di Mapolda Jatim, usai meninjau kondisi bencana di Pulau Sapudi, Sumenep.
Ia mengungkapkan, target pemulihan untuk bencana gempa di Sapudi maupun Situbondo ini akan berlangsung selama tiga minggu. Ditanya terkait anggaran yang dibutuhkan, pihaknya untuk sementara belum bisa menjelaskan. “Tadi (kemarin) saya tanyakan ke pak camatnya, kalau misal genteng tidak ada apa mau diganti asbes, dan masyarakat setuju,” kata Pakde Karwo.
Hari ini pengiriman materian seperti semen, kayu, genting akan mulai dilakukan ke lokasi bencana. Sementara dari pihak TNI AD akan mengirimkan personel Zeni Bangunan sementara dari Polda serta Dinas Kesehatan akan mengirimkan dokter ortopedi. “Karena yang sakit tidak mau dibawa ke Sumenep, maka akan kita buat rumah sakit darurat dengan tenda-tenda,” tutur Pakde Karwo.
Soal penanganan bencana, Pakde Karwo mengaku, pemerintah perlu mendesain untuk belanja yang lebih konkrit dalam menangani bencana. Termasuk gladi-gladi dalam menangani bencana. “Misalnya untuk penanganan bencana banjir butuh gladi untuk banjir, begitu juga jika gunung meletus atau gempa bumi,” pungkas dia.
Terkait korban meninggal, Pakde menegaskan, sampai saat ini korban meninggal dunia masih tiga orang. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka berjumlah 27 orang. “Intinya kalau diperlukan untuk operasi tulang dan bedah, sudah ditempatkan disana,” tegasnya.
Sementara Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengaku sudah mengirimkan sebanyak 50 personel dari Polri, satu peleton anggota Brimob dan 20 personel Sabhara. Pihaknya mengapresiasi adanya toleransi masyarakat di Sumenep. Warga yang rumahnya hancur maupun rusak, lanjut Luki, ditampung oleh tetangga sekitar dan tenda yang tersedia.
“Saya melihat toleransinya sangat baik sekali. Cukup baik, sehingga masyarkaat disana hanya membutuhkan tenda untuk tempat tinggal sementara,” ucapnya.
Terkait kondisi disana, Luki menyatakan sudah kondusif. Bahkan Gubernur Jatim memberikan arahan dan informasi bahwa semua biaya untuk kerusakan dan berobat, ditanggung Pemprov. Disinggung ketersediaan air dan sanitasi, pihaknya mengaku sementara ini cukup dan masih baik, karena disana ada sumber air cukup bagus.
“Selain personel, dua dokter dari RS Bhayangkara sudah dikirim dari Sumenep. Dari Polda juga akan kita kirim (dokter), tadi pagi sudah berangkat. Khusus dokter, ada dua orang spesialis yang menangani penyakit ringan dengan membawa obat-obatan,” imbuhnya.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman menambahkan, ada 30 orang dari personel Zipur yang telah diberangkatkan. Mereka membawa alat-alat untuk mendata dan memperbaiki rumah disana. “Sementara hanya mendata rumah-rumah yang rusak, kemudian dinilai anggarannya berapa untuk perbaikan rumah yang rusak berat, yang rata, dan rusak ringan didata. Nanti anggaran dari Provinsi, tugas Zipur hanya mendata,” tambahnya.
Mantan Gubernur Akmil ini mengaku, pihaknya juga mengirimkan personel bantuan yang terdiri dari tim medis. “Ada dari tim medis, yakni dokter bedah satu dan dokter umum satu. Ditambahn delapan orang tim medis dengan tenda-tenda lapangan untuk membantu perawatan,” pungkasnya. [tam,geh]

Rate this article!
Tags: