Enam Bulan Investasi Kabupaten Sidoarjo Tembus Rp 13,79 Triliun

Suasana pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab Sidoarjo. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Hingga bulan Juli tahun 2018 investasi Kab Sidoarjo terus menunjukkan angka positif, yakni sudah mencapai sekitar Rp13,79 triliun. Nilai itu meningkat lebih tinggi dibandingkan invetasi hingga Juli di tahun 2017 sekitar Rp13,32 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo, Ari Suryono mengatakan, peningkatan investasi di Sidoarjo karena sudah ada satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha dan Online Single Submission (OSS).
Program itu sangat mempermudah izin usaha serta melayani para investor menanamkan modalnya di Sidoarjo. ”Keunggulan itulah yang membuat Sidoarjo terus jadi jujukan investor. Bahkan menjadi juara investment word berulang-ulang,” katanya.
Dari total investasi yang mencapai Rp13,79 triliun itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp13,65 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp132,42 miliar. Target investasi pada 2018 harus lebih tinggi dibandingkan total nilai investasi di 2016 dan 2017. Jika di tahun 2016 nilai investasi mencapai Rp16,9 triliun sedangkan di 2017 meningkat menjadi Rp17,3 triliun.
“Kini kita targetkan di atas penerimaan investasi pada 2017,” ujarnya.
Jadi, pelayanan melalui OSS sudah diatur sesuai dengan ketentuan. Yakni, izin lokasi, izin lingkungan, izin mendirikan bangunan, sertifikat laik fungsi dan izin operasional. Dari sejumlah izn tersebut, sudah ada 17 izin lokasi yang masuk data OSS, lima izin lingkungan dan 19 izin mendirikan bangunan. ”Kami ingin terus melayani masyarakat yang ingin membangun usaha sesuai dengan turan yang berlaku,” ujar Ari Suryono, Rabu (3/10) kemarin.
Menurutnya, nilai investasi untuk tahun 2017 itu terdapat 7.628 unit usaha dengan jenis usaha PMA (Penanaman Modal Asing) yang mencapai nilai sekitar Rp1,6 triliun dengan 18 unit usaha yang bisa menampung tenaga kerja sebanyak 2.746 orang. Berikutnya jenis usaha PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Fasilitasi mencapai sekitar Rp2,3 triliun, dengan 17 unit usaha yang bisa menampung tenaga kerja sebanyak 2.559 orang.
Sementara investasi terbanyak terdapat pada PMND Non Faslitasi, yakni bisa mencapai sekitar Rp13,8 triliun dengan 7.593 unit usaha. Dari jenis investasi PMDN Non Faslitasi ini bisa menampung tenaga kerja sebanyak 22.029 orang. ”Jadi kalau dikalkulasi secara menyeluruh, nilai investasi tahun 2017 itu bisa menampung tenaga kerja sebanyak 38.334 orang dari 7.593 unit usaha,” jelasnya lagi.
Adapun perkembangan realisasi PMDN Non Fasilitasi tahun 2017 terbanyak atau lima besar terbanyak pada unit usaha perdagangan yang mencapai nilai sebesar Rp11,3 triliun, keduanya gudang perumahan dan ruko yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun, berikutnya yang terbanyak ketiga adalah unit usaha perindustrian dengan nilai investasi sebesar Rp371,9 miliar, keempatnya unit usaha kontruksi yang mencapai nilai Rp332 miliar dan yang kelimanya adalah unit usaha pergudangan senilai Rp138,5 miliar.
“Dengan kondisi ini kami akan terus berusaha meningkatkan investasi Sidoarjo yang lebih baik lagi. Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar semuanya bisa berjalan dengan baik pula. Selain lima besar ada beberapa unit-unit usaha yang terus perlu ditingkatkan, diantaranya restoran/rumah makan dan bar, gedung perkantoran supermarket dan supermall,” pungkas Ari Suryono. [ach]

Tags: