Apel Bersama Polri-TNI Perkuat Sinergitas PAM Pemilu 2019

Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim usai apel gabungan TNI Polri di Mako Brimob Subden 2 A Tandes Surabaya, Rabu (3/10). [abednego/bhirawa}

Polda Jatim, Bhirawa
Sinergitas Polri dan TNI di Jatim tidak diragukan lagi. Ini terlihat saat Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman memimpin Apel Sinergitas TNI-Polri, Rabu (3/10).
Apel yang diikuti ratusan personel Polri TNI dalam rangka pengamanan (PAM) Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ini digelar di Mako Brimob Subden 2 A Tandes Surabaya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, sinergitas antara Polri dan TNI perlu dilakukan. Terutama dalam menghadapi kerawanan di Pemilu 2019, seperti isu SARA (Suku, Ras, Agama dan Antar Golongan) dan hoaks (berita palsu).
“Sinergitas antara TNI dan Polri menjelang operasi Mantap Brata, yakni Pemilu 2019 ini terus dilakukan. Dalam rangkaian sebelumnya kita sudah melakukan berbagai upaya sinergitas dengan TNI,” kata Irjen Pol Luki Hermawan usai memimpin apel persiapan pasukan, Rabu (3/10).
Selain meningkatkan pengamanan, Luki mengaku, selama ini pihaknya juga melakukan pendekatan ke berbagai komponen masyarakat. Pendekatan ini dilakukan dengan menggelar berbagai cangkrukan. Dalam cangkrukan, lanjut Luki, suasananya akan lebih cair dan mudah untuk menampung aspirasi terkait masalah Kamtibmas di masyarakat.
Menurutnya, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Jatim bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif. Di samping itu, apel ini bertujuan untuk melihat kesiapan Brimob dalam menghadapi setiap ancaman. “Diharapkan Brimob tetap siaga dalam rangka pengamanan kegiatan-kegiatan baik yang sifatnya nasional maupun bersifat internasional,” ungkapnya.
Alumnus Akpol 1987 ini akan mendatangi pasukan-pasukan untuk mengecek kesiapan. Pada pengecekan pasukan ini, pihaknya akan mengajak Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman. Bahkan pihaknya juga akan mengikuti Pangdam dalam mengecek kesiapan di batalyon-batalyon jajaran Kodam V Brawijaya.
“Seperti dengan TNI yang mengadakan cangkrukan di rumahnya Panglima. Kegiatan ini akan dilanjutkan terus. Saya juga akan datang ke pasukan-pasukan saya dan membawa Panglima atau Brimob. Nanti saya ikut dengan Panglima ke batalyon-batalyon yang ada di wilayah Jatim,” tegasnya.
Terkait kerawanan kabar hoaks menjelang Pemilu, Luki mengingatkan kepada para personel agar tak mudah terpengaruh hoaks. Pihaknya mengimbau para personel juga harus bisa menghentikan informasi hoaks yang menyebar di masyarakat dengan melaporkan pada pimpinan.
“Jaga emosional dan jangan sampai terpancing maupun ada benturan-benturan dengan TNI, maupun masyarakat .Diharapkan kepada anggota juga jangan sampai terpengaruh berita hoaks. Harus bisa menghentikan berita yang sifatnya hoaks dan bila ini ditemukan segera laporkan kepada pimpinan, karena ini atensi dari Kapolri,” pesannya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengaku personelnya telah siap dalam rangka membantu Polri menjaga kamtibmas jelang pemilu. Dengan adanya gelar pasukan bersama beberapa waktu yang lalu, pihaknya mengaku jajaran TNI di Kodam V Barawijaya, khususnya Jatim siap membantu Polda Jatim dalam rangka mengamankan Pemilu 2019.
“Intinya kami siap membantu Polri dalam menjaga kamtibmas di Pemilu 2019. Kesiapan ini ditunjukkan baik satuan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang ada di wilayah Jatim,” ucapnya.
Arif juga menyebut sebanyak 16.000 personel disiagakan dan dibagi dalam zona pengamanan tertentu. Bahkan pengamanan ini dilakukan di wilayah-wilayah yang ada di Jatim. Seperti koordinasi para Dandim dan para Kapolres setempat.
“Kekuatannya 2/3 dari jumlah Polda Jatim. Atau yang dikerahkan sekitar 16.000 sampai 17.000 satuan TNI yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu ini,” pungkasnya. [bed]

Tags: