2 Atlet Paralayang Kota Batu Dievakuasi, Atlet Lain Belum Ditemukan

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat mengunjung atlet paralayang korban gempa asal Kota Batu, Vicky dan Galih usai dievakuasi dan dipulangkan ke Kota Batu.

Gempa Palu dan Donggala
Kota Batu, Bhirawa
Dua atlet Paralayang Kota Batu berhasil dievakuasi selamat dari musibah gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala, Sulawei Tengah. Mereka adalah Vicky Mahardika dan Gigih Iman yang kemarin tiba di Kota Batu. Namun evakuasi ini masih menyisakan 1 atlet paralayang lagi dari Batu ini yakni Ardi Kurniawan yang masih belum ditemukan keberadaannya di Palu.
Setelah tiba di Kota Batu, Vicky langsung dirawat intensif di RS Karsa Husada Batu. Adapun Gigih sudah diperbolehkan pulang, meskipun kaki kanannya masih dalam kondisi terluka. Gigih menceritakan peristiwa yang dialaminya ini kepada Wali Kota Batu yang kemarin mengunjunginya. “Kejadiannya setelah selesai even, namun belum pulang karena menunggu upacara penutupan hari Minggu (30/9),” tutur Gigih, Senin (1/10).
Saat gempa pertama terjadi, Gigih, Ardy dan Vicky sebenarnya sudah turun ke lobby. Di tempat ini mereka menunggu selama satu setengah jam hingga kondisi pasca gempa dianggap selesai. Ketika dianggap tenang, Vicky, Ardy dan Gigih kembali lagi ke kamar mereka di lantai 8. Menjelang Maghrib, terjadi gempa lagi, Gigih pun keluar dari kamarnya.
“Di luar kamar sudah ada Pak Sugeng, Ardy, Vicky dan Fahmi, bersama-sama kita keluar dari gedung itu melalui pintu emergency, saat membuka pintu emergency di lantai tujuh itu, semuanya mendadak gelap, saya tidak tahu lagi apa yang terjadi,”ungkap Gigih.
Ia baru tersadar saat Maghrib merasakan ada material bangunan menindih punggung dan kakinya, saat itulah ia sadar kalau Hotel Roa Roa Palu sudah ambruk. Ia pun merangkak keluar dari reruntuhan bangunan dan ditemukan oleh Basarnas. Vicky dan Gigih berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke Kota Batu pada hari Minggu (30/9).
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan pihaknya hari Minggu sudah mengirimkan satu orang terlatih di BPBD Batu yang ditugaskan khusus untuk mencari keberadaan Ardy.
“Semoga segera ditemukan. Hanya saja saat ini kita sedang lost contact dengan tenaga terlatih kita BPBD ini, kontak terakhir berada di Makassar, karena tidak bisa melalui jalan udara maupun darat, akhirnya melalui laut,” ujar wali kota.
Kemudian hari ini (2/10), BPBD Kota Batu akan mengirimkan 1 lagi tenaga terlatihnya untuk dikirim ke Palu dengan menggunakan Hercules TNI AU. “Kita kirimkan lagi tenaga terlatih kita di bidang penyelamatan untuk mencari Ardy, semoga bisa segera ditemukan, kita sama-sama berdoa,” ajak Dewanti.
Wali kota juga mengunjungi kediaman keluarga Ardi Kurniawan yang saat ini masih hilang. Asminah, ibu Ardy terus menangis apalagi saat melihat 2 anak Ardy yang masih balita ada di depannya.
“Yang sabar ya Bu, semoga Ardy cepat ketemu dalam kondisi selamat,” ujar Dewanti sambil memeluk tubuh Asminah. [nas]

Tags: