Tim Saber Pungli Kumpulkan Juru Parkir Berlangganan Sidoarjo

Sebanyak 130 perwakilan juru parkir langganan di Kab Sidoarjo, Rabu (20/9) kemarin, dikumpulkan Tim Satgas Saber Pungli Sidoarjo, untuk mencegah agar tidak melakukan Pungli pada pelayanan parkir langganan. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Sebanyak 130 perwakilan Juru Parkir (Jukir) berlangganan dari 560 Jukir di Kab Sidoarjo, Rabu (19/9) kemarin, dikumpulkan Tim Satgas Saber Pungli Sidoarjo Bidang Pencegahan, di Ruang Delta Graha Setda Sidoarjo, agar tidak selalu melakukan Pungli.
Untuk menyadarkan para Jukir langganan di Sidoarjo agar tak melakukan Pungli, Tim Satgas Saber Pungli Sidoarjo menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya dari Dinas Perhubungan Kab Sidoarjo, Bagian Hukum Pemkab Sidoarjo, Kejari Sidoarjo dan Satgas Saber Pungli Provinsi Jatim.
AKBP DR Adang Oktori SH MH, anggota Tim Saber Pungli Prov Jatim, berharap agar juru parkir langganan di Sidoarjo menjadi Jukir yang jujur dan amanah.
”Kalau Jukir berlangganan menarik biaya parkir, itu bisa dikategorikan pemerasan, sesuai pasal 368 bisa dijatuhi hukuman hingga penjara 9 tahun,” sebut Adang, yang juga Kabag Hukum di Polda Jatim itu.
AKBP Adang juga menjelaskan, masyarakat Sidoarjo pasti akan kecewa, karena sudah ikut program parkir berlangganan tapi masih saja ditarik biaya oleh juru parkir. Juga diingatkan kalau baru saja ada enam pegawai di Puskesmas Kec Porong Sidoarjo, telah digerebek Tim Saber Pungli Prov Jatim karena telah melakukan Pungli.
”Jangan melakukan Pungli, kalau sudah ditangkap pasti akan menangis,” kata AKBP Adang mengingatkan.
Sebab Negara Indonesia termasuk juara nomor satu dalam melakukan Pungli. Karena itu, Presiden Jokowi membentuk Tim Satgas Saber Pungli untuk menghapus Pungli pada pelayanan publik. ”Bila gaji kurang, bicara baik-baik dengan Pemerintah, jangan melakukan Pungli,” katanya.
Sementara itu, DR Hery Susanto, Wakil Ketua III Tim Satgas Saber Pungli Sidoarjo, yang membuka sosialisasi itu menegaskan, acara ini sudah lama diagendakan. Supaya para Jukir langganan di Sidoarjo paham. Karena kalau pelayanan parkir di Sidoarjo ini dipolling, maka pasti banyak masyarakat yang akan komplain.
”Ini fakta, maka itu dengan sosialisasi seperti ini kita harap Jukir langganan di Sidoarjo bebas Pungli,” kata Hery, yang juga Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Sidoarjo itu.
Sementara itu, Basuki Sugiarto, narasumber dari Dishub Sidoarjo mengingatkan agar jangan sampai sesudah acara sosialisasi tersebut bubar, ada Jukir langganan yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bila sampai terjadi, maka acara sosialisasi akan percuma.
Basuki yang juga Sekretaris Dishub Sidoarjo itu mengakui, dirinya juga pernah menjadi korban Pungli dari Jukir langganan yang nakal. Ia mengevaluasi, penghasilan yang dianggap kurang menjadi salah satu sebab Pungli oleh Jukir langganan ini.
Tapi ia juga mengatakan apabila mereka digaji Rp5 juta apa tidak akan Pungli. Menurut ia belum tentu juga. Sebab dikembalikan lagi pada pribadi manusianya masing-masing.
”Kalau penghasilan tinggi, tapi gaya hidup tetap tinggi, maka ini akan tetap berpengaruh untuk tetap melakukan Pungli,” jelasnya.
Basuki menjelaskan, sat itu para Jukir langganan di Sidoarjo sebulan mendapat gaji Rp800 ribu. Untuk menambah pendapatan agar tak sampai melakukan Pungli, para Jukir langganan di Sidoarjo supaya kreatif. Jangan malas dan motivasi diri untuk terus bergerak dan berusaha dengan mencari usaha lain. Jangan hanya cuma mengandalkan pendapatan menjadi Jukir saja.
”Bila ada yg senang hobi beternak burung, ternak cacing, silakan dilakukan, jangan remehkan usaha itu, ada tetangga saya yang sukses dengan usahanya itu,” katanya memberi motivasi. [kus]

Tags: