Temui Korban, Yusril Janji Seret Aktor Utama Kasus Sipoa

Yusril Ihza Mahendra menemui massa yang ingin proses persidangan perkara Sipoa dikawal olehnya di PN Surabaya, Kamis (27/9).[abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Korban dugaan penipuan apartemen PT Sipoa Group kembali menuntut penuntasan perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/9). Tak hanya itu, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) kembali menggelar aksi di depan PN Surabaya.
Pada aksi unjuk rasa kali ini, massa menagih janji Yusril Ihza Mahendra yang bersedia menjadi kuasa hukum korban dugaan penipuan Sipoa. Massa juga ingin mengetahui sejauh mana proses atau langkah yang telah diambil oleh Yusril.
Hanafi selaku korlap aksi ini dalam orasinya menyampaikan dirinya tiap hari datang ke PN Surabaya untuk menuntut peradilan ini. Ia juga meminta proses hukum perkara ini dilakukan secara terbuka dan tidak ada pelaku yang dilindungi. Melainkan semua harus diadili sesuai perundang-undangan yang berlaku. “Usut tuntas hingga ke akarnya, aktor intelektual kasus harus diproses hukum,” kata Hanafi, Kamis (27/9).
Mengetahui akan aksi tersebut, Yusril langsung menemui massa yang melakukan aksi di depan PN Surabaya. Dia menjelaskan bahwa surat kuasa sudah diterima dan ditandatangani oleh para korban yang memberikan kuasa.
Yusril juga mengaku bahwa langkah-langkah yang telah diambil adalah menindaklanjuti kasus ini ke Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Presiden. Pihaknya memastikan akan mengawal proses hukum perkara itu di PN Surabaya.
“Kenapa ke KPK ? karena ada dugaan suap dalam peradilan kasus ini yang sedang berjalan,” kata Yusril, Kamis (27/9).
Pria yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara Indonesia (Mensesneg) ini menegaskan akan menyeret aktor utama dalam kasus Sipoa. Pihaknya juga akan meyeret terduga penerima aliran dana masyarakat hasil penipuan yang berkedok penjualan apartemen ke meja hijau (Pengadilan).
“Yang pasti akan kita cari unsur TPPU nya (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan perdata. Karena hak dan uang masyarakat harus dikembalikan, sekaligus Pasal 372 dan 378 yaitu Penipuan dan Penggelapan,” tegasnya.
Sementara salah satu korban, yakni M Aldo menjelaskan, dirinya bersama korban yang lain akan terus kembali beraksi di depan PN Surabaya. Tujuannya untuk mendorong agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.
“Yang diadili jangan hanya kroco-kroconya saja. Tapi seret semua yang terlibat dan yang menikmati aliran dana masyarakat melalui PT Sipoa Group,” ucapnya. [bed]

Tags: