Tak Laporkan Dana Kampanye, Parpol Bisa Dicoret dari Pemilu

Suasana Bimtek Pelaporan Dana Kampanye Pemilu 2019 yang digelar KPU Batu di hall Hotel Purnama Kota Batu, Kamis (13/9)

Kota Batu, Bhirawa
Partai Politik (Parpol- di Kota Batu jangan lalai ataupun terlambat dalam menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). Karena kelalaian ini bisa berdampak gugurnya seluruh calon legislatif (caleg) dalam Pileg 2019 mendatang.
Untuk itu KPU Kota Batu mengadakan Bimtek Pelaporan Dana Kampanye Pemilu 2019 di hall Hotel Purnama Batu yang diikuti seluruh perwakilan Parpol, Kamis (13/9).
KPU Kota Batu mengimbau kepada Parpol untuk menyerahkan LADK paling lambat 22 September 2018 atau sehari sebelum pelaksanaan masa kampanye. Komisioner KPU Kota Batu Divisi Hukum, Mardiono mengatakan, jika terlambat parpol peserta pemilu dapat dikenai sanksi berupa pembatalan keikutsertaannya sebagai peserta pemilu.
“Jika Parpolnya tercoret sebagai peserta pemilu, otomatis semua calegnya yang sudah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) juga tidak bisa ikut atau gugur dalam Pileg 2019,”ujar Mardiono, Kamis (13/9)
Lantaran dalam kampanye calon anggota DPR dan DPRD semua caleg ikut parpol, maka LADK yang akan diterima KPU juga LADK yang dibuat oleh Parpol. Artinya, LADK tersebut tidak dibuat oleh perorangan atau masing- masing caleg.
Mardiono juga mengingatkan bahwa Parpol di Kota Batu jangan merujuk pada pelaksanaan Pilwali Batu tahun 2017 lalu. Karena saat itu tidak ada sangsi bagi peserta Pemilu yang tidak menyerahkan LADK.
“Dalam Pilwali Batu ada salah satu calon yang tidak menyerahkan LADK. Dan saat itu meskipun sebenarnya LADK itu wajib tetapi tidak ada sangsi bagi yang tidak menyerahkan,” tambah Mardiono.
Tetapi peraturannya sekarang berbeda. Ketika Parpol yang akan ikut Pemilu 2019 tidak menyerahkan LADK sampai batas waktu yang ditentukan, maka parpol bersangkutan dikenakan sanksi berupa pembatalan sebagai peserta pemilu. “Kalau parpol tidak bisa ikut Pemilu maka calon-calonnya juga tidak bisa ikut pemilu,” tegas Mardiono. Dan aturan tersebut telah tertuang dalam pasal 338 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang nomor 7 tahun 2017.
Coret 98 Pemilih Ganda
Selain mengantisipasi kesalahan dalam penggunaan dana kampanye, KPU Batu juga telah mencoret sebanyak 98 pemilih ganda. Karena itu jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Batu untuk Pemilu 2019 telah ditetapkan sebanyak 151.438 dari jumlah awal sebanyak 151.531 pemilih.
Untuk melakukan perbaikan DPT ini, KPU Batu berkoordinasi dengan Bawaslu dan semua Parpol di Kota Batu. Dalam pencermatan yang dilakukan, Bawaslu menemukan 198 pemilih ganda. Kemudian data tersebut dicermati oleh KPU hingga dilakukan pencoretan sebanyak 88 pemilih ganda.
Tidak cukup disitu saja, dilakukan pencermatan di internal PPK dan PPS ditemukan lima nama identik yang sama, hingga total nama pemilih ganda sebanyak 93 pemilih.
“Untuk di Kota Batu, yang paling banyak ditemukan pemilih ganda di wilayah Kecamatan Batu. Karena banyak masyarakat yang pindah pilih dan tidak melaporkan kepindahannya atau meninggal dunia,”ujar Komisioner KPU Batu, Ashar Chilmi.(nas)

Tags: