Satlantas Polresta Probolinggo Jaring Pengemudi Bentor Bandel

Kota Probolinggo, Bhirawa
Belasan becak motor (bentor) yang ada disejumlah jalan di Kota Probolinggo terjaring Operasi Satlantas Polres Probolinggo Kota. Operasi bentor digelar di Jalan Raya Panglima Sudirman, dokter Soetomo, Panjaitan, Gatot Subroto dan sejumlah jalan raya lainnya di kota tersebut.Para pemilik Bentor harus pasrah ditangan petugas setelah mereka terkena operasi lalu lintas dengan menerima surat tilang.
Kasatlas Polres Probolinggo Kota, AKP Alpo Ghohan, Ju.’at 28/9 mengatakan, operasi terhadap bentor tersebut dilakukan karena dinilai melanggar Undang-Undang nomor 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Karena bentor tidak memiliki uji kelayakan angkutan untuk beroperasi di jalan umum, jelasnya.
Kasat lantas mengaku, becak yang dimodifikasi menggunakan mesin tersebut jika dibiarkan beroperasi maka bisa berpotensi kecelakaan pada penumpangnya. “Mereka kami tilang sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.
Dengan adanya operasi itu, belasan bentor yang terjaring langsung diamankan petugas ke kantor Satpas Polres Probolinggo Kota. Lantaran bentor tidak memiliki surat surat kendaran angkutan, tegasnya.
Saturi salah satu pemilik bentor yang ikut operasi tersebut, mengatakan, dengan adanya operasi ini dirinya tidak bisa bekerja. “Kalau bentor sebagai sarana saya ditilang saya nggak bisa bekerja mas,” katanya memelas.
Menurutnya, dirinya memilih bentor untuk bekerja. Lantaran dia sudah termakan usia. Sebab dirinya untuk mengayuh becak sudah tidak kuat lagi. “Jadi saya modif becak menggunakan mesin tepung sebagai alat untuk mengoperasikannya,” paparnya.
Kasat lantas AKP Alpo menambahkan, belasan Becak Motor (Betor) di Kota Probolinggo diamankan Satlantas Polresta Probolinggo, pasalnya para pengemudi Betor itu membandel meski sudah sering kali diperingatkan.
Selain itu, juga tak dilengkapi surat kendaraannya. Sehingga pengemudinya ditilang sesuai pasal 288 ayat 1 tentang kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK dan STCK dari Polri.
“Betor itu memang sudah semestinya ditertibkan. Kami sudah memperingatkan bahwa betor tidak boleh beroperasi di jalan raya, namun masih tetap beroperasi di jalan raya. Selain tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, betor tersebut tidak sesuai standart dan membahayakan,” tambahnya.(Wap)

Tags: