Raih Medali Emas, Rindi Diundang Wali Kota Probolinggo

Peraih medali emas di cabang panjat tebing Asian Games 2018, Rindi Sufriyanto saat memenuhi undangan Wali Kota Probolinggo Rukmini.

Probolinggo, Bhirawa
Peraih medali emas di cabang panjat tebing Asian Games 2018, Rindi Sufriyanto memenuhi undangan Wali Kota Rukmini untuk hadir ke rumah dinas wali kota. Didampingi pelatihnya di Federasi Panjat Tebing Indonesia FPTI) Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, Rindi disambut Rukmini dan sejumlah kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Sekaligus menyerahkan SK sebagai karyawan PDAM kota Probolinggo ke pada Rindi.
Rindi yang tergabung di kategori speed relay beregu bersama Muhammad Hinayah dan Abu Dzar Yulianto berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia setelah final mengalahkan regu Indonesia lainnya yang diperkuat Aspar, Sabri, dan Pangeran Septo Wibowo. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat Kota Probolinggo, tempat dimana Rindi mulai mengawali karirnya di cabor panjat tebing.
Selama di rumah dinas, Rindi tak bisa menutupi rasa bangganya atas undangan dari Wali Kota Rukmini. Pemuda kelahiran 15 Mei 1991 ini mengucapkan terima kasih pada wali kota dan seluruh jajaran, serta masyarakat atas segala dukungan dan doa yang telah diberikan untuknya. Ia pun berkesempatan menceritakan sedikit pengalamannya di panjat tebing.
“Saya mulai menekuni panjat tebing sejak tahun 2007, bersama Mas Iwan yang melatih, hingga saya akhirnya bisa masuk di Puslatda hingga PON 2016. Saya akhirnya dipanggil di Pelatnas pada April 2017. Selama satu setengah tahun saya berlatih hingga akhirnya berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018,” tutur Rindi, Sabtu 1/9 sore sebelum bertolak ke Jakarta untuk memenuhi undangan Presiden RI Joko Widodo.
Pelatih Rindi, Iwan Rosyidi mengaku bahwa salah satu kelebihan Rindi selama ini adalah semangatnya yang sangat tinggi. “Secara postur, Rindi memang tidak seperti atlet panjat tebing pada umumnya, tapi semangatnya untuk terus berlatih sangat tinggi. Latihan macam apa pun pasti mampu dia jalani,” jelas Iwan.
Wali Kota Rukmini mengungkapkan bahwa dirinya mengundang Rindi agar bisa berkomunikasi lebih nyaman sekaligus membahas tentang pembangunan papan panjat yang baru . Ia mengaku bahwa pihaknya tengah berusaha untuk menyediakan papan panjat yang sesuai standar internasional yang saat ini masih dalam proses lelang.
Kepala Disdikpora Moch. Maskur menyatakan bahwa anggaran untuk pembangunan papan panjat sudah tersedia namun hingga saat ini memang masih terkendala dengan pihak rekanan.
“Anggarannya sudah siap, kita tunggu proses lelang untuk menentukan rekanan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan agar tidak salah langkah. Jika proses tersebut rampung, pembangunan direncanakan membutuhkan waktu 3 bulan,” jelas Maskur.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Rukmini menyerahkan SK Pengangkatan Rindi sebagai karyawan PDAM. Dengan SK ini, Rindi sudah bisa bekerja di PDAM mulai September 2018.
“Ada tawaran dari kementerian agar Rindi bisa menjadi CPNS. SK ini dibuat agar ada ikatan antara Rindi dengan Kota Probolinggo. Nanti terserah Rindi mau pilih yang mana. Saya berpesan, Rindi semangatnya jangan sampai luntur, tetep sukses,” kata Rukmini. Direktur PDAM sekaligus Ketua KONI Kota Probolinggo, Siswadi menyatakan dengan adanya SK ini, pemerintah kota akan terus memantau hingga Rindi bisa menjadi CPNS. [wap]

Tags: