Polisi Temukan Titik Terang Kasus Aset Pemkot di Pagesangan

AKBP Sudamiran (yang kanan)

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Penyelidikan kasus dugaan penjualan aset Pemkot Surabaya berupa tanah di Pagesangan semakin menemukan titik terang. Tiga orang sudah diperiksa, hasilnya penyelidik mendapati jika dugaan atau upaya penjualan aset Pemkot Surabaya dengan cara memalsukan surat kepemilikan aset semakin kuat.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, penyelidik sudah meminta keterangan pihak-pihak terkait kasus ini. Mereka adalah, Kasi Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Thedi yang juga pelapor. Sedangkan dua orang lainnya adalah Camat Jambangan Anna Fajriatin serta seorang bernama Max, calon pembeli yang mengecek surat palsu tersebut.
“Ketiganya sudah kami mintau keterangan. Hasilnya cukup signifikan,” kata AKBP Sudamiran, Rabu (19/9).
Sudamiran menjelaskan terhadap ketiganya penyelidik memintai keterangan terkait laporan aset di Pagesangan. Ada belasan pertanyaan yang ditanyakan kepada ketiganya. Meski tak menyebutkan secara detil, namun menurut Sudamiran pertanyaan yang diajukan tak jauh dari keberadaan surat palsu dan legalitas aset Pemkot berupa tanah seluas 9.733 meter persegi itu.
“Dugaan kuat memang ada upaya penjualan aset Pemkot itu dengan modus pemalsuan surat,” jelasnya.
Sudamiran menambahkan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini. Penyelidik akan segera melakukan cek lokasi keberadaan aset Pemkot tersebut. Selain itu, penyelidik juga fokus mencari bukti utama kasus ini, yakni surat yang diduga dipalsukan untuk membantarkan legalitas aset tersebut.
“Upaya itu akan kami lakukan secepatnya, sembari mencari bukti-bukti dalam laporan kasus ini,” tegasnya.
Disinggung mengenai dugaan keterlibatan oknum ASN dalam kasus ini, Sudamiran enggan berkomentar. “Kami akan dalami lagi dan mengumpulkan banyak bukti untuk kita kumpulkan sebelum menyimpulkan,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya kembali menemukan pemalsuan dokumen aset berupa tanah seluas 9.733 meter persegi di Kelurahan Pagesangan. Padahal, pemkot merasa aset tersebut tidak pernah dicoret dari daftar asetnya.
Diduga ada keterlibatan oknum yang membuat surat palsu itu kemudian menjualnya kepada warga. Sebab sudah ada warga yang siap membangun pondasi di tanah aset dengan nomor register 12345678-1991-82467-1 itu. Kasus ini pun dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya dan masih dalam proses penyelidikan. [bed]

Tags: