Pola Konsumsi Sebabkan Remaja Putri Potensi Anemia

Remaja putri yang terkena anemia dan kemudian hamil, maka sangat berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) yang perlu diantisipasi dengan pemberian tablet zat besi kepada para remaja putri bersangkutan.
Untuk mengatisipasi hal itu, perlu terus memberikan tablet zat besi kepada 27.188 remaja putri yang ada sebagai langkah pencegahannya.
Pemberian tablet tambah darah dengan sasaran utama remaja putri tersebut semata-mata untuk mengantisipasi penyakit anemia yang dideritanya.
Sebab, remaja putri yang anemia kemudian hamil akan berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) dengan berat badan lahir yang rendah.
Berdasarkan temuan petugas kesehatan Kota Kupang, banyak remaja putri di Kota Kupang ini mengalami anemia serius.
Apalagi remaja putri memiliki siklus menstruasi dengan membuang darah dalam jumlah banyak, namun tidak memperbaiki kembali pembentukan darah akibat asupan vitamin tambah darah yang tidak maksimal.
Kita lebih memilih membagikan tablet tambah darah ke sekolah-sekolah karena mudah untuk mengumpulkan sasaran, sehingga dalam program pembagian tablet tambah darah ini difokuskan pada dua sekolah yang ada di setiap puskesmas, yakni satu SMP dan satu SMU.
Tingginya penderita anemia dialami remaja putri Kota Kupang karena pola konsumsi makan para remaja putri tidak lagi memperhatian makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran dan buah-buahan, namun lebih pada makanan yang kurang mendukung penambahan darah.
Malah mengkonsumsi makanan siap saji seperti super mie dengan kadar vitamin yang sangat rendah, sehingga mudah terserang anemia yang menyebabkan remaja putri kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Ven Teren
Kepala Seksi Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kota Kupang

Tags: