PMI Jatim Penyumbang Darah Terbesar Tingkat Nasional

Ketua PMI Jatim, Imam Utomo menyaksikan penandatangan penyerahan mobil Ambulan bantuan BRI Pamekasan, oleh Pj Bupati Pamekasan, Fattah Yasin kepada Ketua PMI Pamekasan, Bambang Edy Soeprapto.

Pamekasan, Bhirawa
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Propinsi Jatim, Mayjen (Purn) Imam Utomo mengatakan, ketersediaan darah di PMI Jatim selalu cukup. Berlebihnya stock darah membuat PMI Jatim penyumbang terbesar di tingkat Nasional.
“Kita butuh 6.060 sekian, kita dapat 700 ribu. Lebihnya itu, kita kirim ke NTT, ke Kalimantan melalui PMI pusat. Memang lebihnya belum 2 persen. Kalau itu mencapai satu juta,” jelas Imam Utomo, usai gelar pasukan dan pelepasan balon HUT PMI ke-73 di monumen Arek Lancor Pamekasan, Kamis (13/9).
Imam Utomo, membacakan amanat Ketua PMI Pusat, Yusuf Kalla, diperingatan PMI ke 73, “Bersama kita membantu sesama”. Arti maknanya menyadarkan semangat relawan untuk bersama membantu sesama. Sekarang ini menangani bencana di Lombok.
Di tengah memberi piagam penghargaan donor 75. 50 dan 25 kepada relawan pendonor serta menyerahkan 250 bungkus sembako kepada yayasan yatim piatu Muhammadiyah. Juga penandatangan penyerahan Ambulan bantuan BRI Pamekasan, oleh Pj. Bupati Pamekasan Fattah Yasin kepada Ketua PMI Pamekasan, Bambang Edy Soeprapto.
Imam Utomo menambahkan, ke depan PMI tidak repot menyetok darah. Mendata mereka sudah jelas 3 bulan sekali bisa diambil darahnya. Sehingga jumlah penduduk di Jatim, pendonor 400 ribu saja sudah mampu mencover kebutuhan.
Mengenai relawan, menurutnya, pengetahuan relawan sudah cukup bagus dan handal, terutama Kabupaten/Kota Malang. PMI Jatim, merekrut relawan melalui seleksi. Relawan itu tiap tahun diberi pelatihan, sekarang ini relawan harus punya kualifikasi dan sertifikasi.
“Kita sudah siap menangani berbagai bencana. Baik di air, gempa, evakuasi dan penanganan kesehatan. Suplay logistik bagi korban bencana. Kita punya gudang di Gresik, siap selimut, tangki, terval. Kita bisa langsung kirim ke Lombok,” tambahnya.
Mantan Gubernur Jatim ini, merasa terpukau atas simulasi oleh relawan PMI Pamekasan dalam menangani bencana dan evakusi korban kebakaran. Menurutnya, tiap Kabupaten/Kota wajib memiliki 50 anggota relawan siap diterjunkan bisa akan bencana.
HUT PMI ke 73 untuk Jatim di tempat di Pamekasan. Dihadiri Ketua dan Pengurus PMI tingkat Kab/Kota se-Jatim, serta pimpinan Forpimda Pamekasan, pimpinan DPRD, Kepala OPD dimeriahkan tari Topeng Ghetak dan tari Membatik dari Sanggar SMPN 2 Pademawu.
Pj. Bupati Pamekasan, Dr. Ir. H. Fattah Yasin, M.S mengucapkan selamat HUT PMI ke 73. “Bila melihat adegan yang dipamerkan PMI kita itu dalam menangani berbagai bencana. Kegiatan itu tidak bisa dipisahkan peran Pemerintah daerah. Menurut UU, lembaga PMI ini semi pemerintah, Pemerintah pun wajib mempasilitasi,” ucapnya
Ditambahkan, situasi sekarang PMI harus kita dukung. Kita punya perangkat daerah misi yang sama, misalnya BPBD dan Dinsos (rescue) Tagana. “Pemerintah harus banyak mempasilitasi karena PMI bukan hanya donor darah tapi ada relawan siap diturun bila ada bencana,” tandasnya. [din]

Tags: