Pemerintah Kota Batu Target Nilai A SAKIP 2018

Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada tahun ini lebih siap dan lebih baik dalam menjalankan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).
Karena itu Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso menargetkan bisa mencapai nilai A. Namun, Kepala Bagian Pengembangan Kinerja, Biro Organisasi Setda Pemprov Jatim, Dwi Suyantono memperkirakan Pemkot Batu akan memperoleh nilai B.
”Pada tahun 2018, kinerja Pemkot terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah lebih baik sehingga pantas untuk mendapat nilai tinggi. Tahun ini kita harapkan bisa mendapatkan nilai A atau minimal B,” ujar Punjul, Minggu (9/9).
Punjul mengatakan, konsekuensi dari target nilai A berarti harus berupaya optimal. Dia mencontohkan, visi Kepala Daerah yang akan menjadikan Desa Berdaya Kota Berjaya harus bisa dijelaskan dan diterjemahkan secara konsisten oleh seluruh OPD.
”Yang utama, kepala OPD harus benar benar mengetahui dan mengerti kebijakan serta program kerjanya yang merupakan penterjemahan dari visi dan misi Kota Batu,” jelas Punjul.
Berkaca dari hasil tahun lalu, kata Punjul, banyak program kerja OPD yang tidak sesuai dengan visi misi dan RPJMD Kota Batu.
SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.
Tahun 2017, SAKIP Pemkot Batu mendapat C, termasuk nilai terendah dari kabupaten kota se-Jawa Timur.
Terpisah, Kepala Bagian Pengembangan Kinerja, Biro Organisasi Setda Pemprov Jatim, Dwi Suyantono memperkirakan Pemkot Batu akan memperoleh nilai B. Artinya, meningkat dibanding tahun 2017 yang meraih nilai C.
”Sudah bagus, saya yakin kalau (nilai) B bisa. Kenaikan dari 41 persen ke 60 persen. Ini luar biasa. Tetapi kalau untuk mendapatkan (nilai) A masih belum,” kata Dwi, saat berkunjung ke Pemkot Batu beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, peningkatan nilai diperoleh dari Kepala Daerah. Sedangkan OPD masih harus kerja keras. Ketua Tim Evaluasi SAKIP Jatim ini menjelaskan, SAKIP bukan hanya menjadi urusan kepala daerah tapi harus didukung oleh OPD.
”Apakah bisa kita melakukan yang terbaik kalau OPD selaku pelaksana tidak bekerja dengan baik,” ucapnya. Dwi kembali menegaskan, SAKIP Pemkot Batu tahun ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Artinya, ada sinkronisasi mulai dari RPJMD hingga renstra. Berbeda dengan tahun lalu yang dinilainya tidak terjadi sinkronisasi.
Dwi menambahkan, nilai SAKIP akan keluar sekitar November 2018 mendatang.
Saat ini, OPD Pemkot Batu berkesempatan melakukan perbaikan SAKIP hingga akhir September. Setelah perbaikan, nilai SAKIP akan dikeluarkan berdasar penilaian tim dari Pemprov Jatim dan KemenPAN-RB. [nas]

Tags: