Muncul Go Prabu, PDIP Siap Copot Kadernya yang Membelot

DPP PDIP, Bhirawa
PDIP menegaskan akan mencopot kader partai yang mengalihkan dukungan mereka dari calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Ini menyusul adanya pengalihan dukungan yang dilakukan sejumlah caleg Golkar kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau yang mendeklarasikan diri dengan Go Prabu (Golkar Prabowo-Uno).
“Kalau di PDIP aturan mainnya jelas, seluruh kader partai wajib hukumnya mendukung dan bahkan menyukseskan agenda yang telah ditetapkan secara resmi oleh partai,” kata Wakil Sekretaris Jendral PDIP Ahmad Basarah, Selasa (25/9).
Dia mengatakan, dukungan terhadap pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sudah ditetapkan dalam rapat kerja nasional. Artinya, maka seluruh kader partai tanpa terkecuali wajib mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin.
Basarah mengatakan, apabila ada kader partai yang tidak mendukung Jokowi- Ma’ruf Amin atau bahkan secara nyata melakukan pembangkangan politik, partai akan memberikan sanksi kepada kader tersebut. Sanksi, mulai dari pencopotan dari jabatan sturktural di DPRD kabupaten/kota/provinsi maupun RI.
“Sampai pencabutan status keanggotaan, itu aturan main yang berlaku di internal PDIP,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) tersebut.
Seperti diketahui, sejumlah politikus Partai Golkar menggalang dukungan untuk pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Mereka menyebut kumpulannya dengan nama Golkar Prabowo-Uno (Go Prabu).
Mereka menilai, Prabowo merupakan sosok yang pas untuk dicalonkan karena secara ideologis dan kultural mempunyai hubungan yang kuat dan dekat dengan Partai Golkar. Mereka berpendapat, melorotnya suara Partai Golkar menjadi partai menengah hasil beberapa lembaga survei penyebab utama adalah karena mendukung Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.
“Kami deklarasi Go Prabu karena kondisi Partai Golkar yang sama sekali tidak diuntungkan dalam mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf,” kata Koordinator Nasional Forum Caleg Partai Golkar Cupli Risman kemarin.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut dukungan sejumlah caleg Partai Golkar ke pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggembirakan bagi Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Fadli pun menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa suara akar rumput sebenarnya mendukung pasangan nomor urut 2, di partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sekalipun.
“Meskipun mungkin secara lead-nya partai-partainya mendukung pasangan lain tetapi grassroot dan bahkan elite-elite yang menjadi caleg pun berani mengambil risiko politik itu, untuk mendukung Pak Prabowo, kita tentu menghargai dan menghormati,” kata Fadli, Selasa (25/9).
Fadli pun menyebut dukungan itu memberi keuntungan bagi pasangan tersebut di Pilpres 2019. Meskipun dukungan hanya berasal dari segelintir caleg dari partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf. “Ya siapa pun dari manapun nggak ada masalah,” kata Fadli.
Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) tersebut pun menilai dukungan tersebut akan memiliki dampak positif bagi pasangan tersebut. “Semua dukungan dari mana pun arahnya dari manapun datangnya kita hargai, kita hormati apalagi mereka yang ada di posisi politik dan mengambil satu sikap politik yang berani,” katanya.
BPN pun menyatakan siap merangkul kelompok Go Prabu yang dimobilisasi sejumlah calon legislatif Partai Golkar. Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyuddin mengatakan, BPN terbuka terhadap dukungan dari semua pihak.
“Tentu kami terbuka untuk melakukan dengan siapapun termasuk teman-teman Go Prabu,” kata Suhud.
Suhud mengatakan, di era sistem demokrasi saat ini, siapapun memiliki hak politik yang tidak bisa dicegah. Sekalipun mereka merupakan kader partai yang bukan menjadi pengusung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu pun berlaku sama seperti halnya beberapa kader Partai Demokrat di daerah yang justru mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. [geh]

Tags: