Mengintip Pendidikan Karakter TK dan SD Santa Maria Surabaya

Anak-anak terlihat asyik bermain permainan tradisional di halaman SD Santa Maria Surabaya.

Tak ingin Terjebak Jahatnya Gawai, Mainkan Permainan Tradisional Meski Sulit
Kota Surabaya, Bhirawa
Penggunaan gadget atau gawai di kalangan anak-anak semakin tidak terbendung. Para orang tua pun kesulitan mengontrol keseharian sang anak saat tak bersamanya. Termasuk di lingkungan sekolah dan di luar jam belajar.
Kecanduan akan gawai semakin sulit disembuhkan saat sang anak beranjak dewasa. Penggunaan gawai tidak bisa dipisahkan jika sejak masa kecil telah dibebaskan mengotak-atiknya. Konten-konten pornografi pun secara liar berseliweran.
Keresahan tersebut justru nihil dirasakan para wali murid terhadap anaknya yang menempuh pendidikan di Santa Maria Surabaya. Sebab, Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang terletak di Jalan Darmo menerapkan larangan membawa gawai. Di lingkungan sekolah maupun di rumah, para siswa diwanti-wanti jika kedapatan bermain gadget bakal disanksi.
Peraturan ketat dan mendidik agar sang anak disiplin itu pun direspon positif para wali murid. Kerja sama antara guru dan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak juga intens dilakukan.
Hal itu diungkapkan salah satu Guru kelas II SD Santa Maria Surabaya, Anita Berti saat ditemui Bhirawa, Sabtu (22/9) lalu disela ratusan siswa memainkan massal permainan tradisional.
Sebanyak 750 murid TK dan SD dari kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ramai-ramai memviralkan permainan tradisional di halaman SD Santa Maria Surabaya.
Dari pantauan Bhirawa, dengan mengenakan baju adat ratusan siswa-siswi terlihat semangat memainkan permainan tradisional. Seperti engkle, patil lele, bowling jawa, gasing dan gobak sodor dalam acara yang bertajuk Sanmar Challenge 2018.
Yunita Ike, salah satu dari wali murid siswa SD Santa Maria Surabaya yang menjadi peserta mengungkapkan sengaja mengajak anaknya mengikuti permainan tradisional yang di perlombakan ini. Menurutnya, kompetisi ini merupakan melatih akan ketangkasan agar anak tidak ketergantungan terhadap gawai.
“Kami tiap tahunnya mengikuti Sanmar chalenge ini. Mangkanya anak saya tidak canggung untuk memainkan serangkaian perlombaan yang telah di jadwalkan oleh panitia,” ujar Yunita.
Meski terik matahari, semangat anak-anak yang masih berusia 6 hingga 7 tahun itu semakin terbakar. Bahkan, rasa malu dan canggung pun tak terlihat meski kurang memahami aturan main permainan tradisional yang kini mulai luntur.
Seperti halnya Thevi Birgita Christev, siswi kelas 1 SD Santa Maria Surabaya mengaku dirinya merasa kesulitan dalam hal memainkan engkle. Namun dirinya tidak putus asa dan terus mendengarkan arahan dari sang juri dan ibunya.
“Tadi saya sedikit kesusahan main engkle, tapi saya mendengar arahan ibu dan akhirnya bisa menyelesaikan. Setelah menyelesaikan 3 lomba akhirnya sampai ke lomba puzzle, dan akhirnya saya menyelesaikan dengan cepat,” terang Thevi.
Sementara, Panitia Sanmar Challenge 2018, Anita Berti Menjelaskan, perlombaan permainan tradisional ini sengaja digelar dengan tujuan untuk mengajarkan dan mengenalkan budaya tradisional sejak dini.
“Dalam Sanmar Challenge ini, terdapat banyak lomba yang bisa dilakukan beregu, berkeluarga maupun perseorangan. Karena kita ingin mengajak para orang tua agar lebih dekat dengan sang anak dan tidak secara mudah untuk memberikan gawai kepada buah hatinya,” terang Anita.
Di luar jam sekolah pun saat siswa berada dirumah, Anita mengungkapkan bahwa dikenalkannya permainan ini lantaran anak zaman sekarang sangat apatis terhadap budaya bangsa. “Mengenalkan permaianan tradisional perlu dilakukan. Sebab, banyak anak yang kini dikenal Kids Zaman Now lebih banyak memainkan alat-alat canggih,” tuturnya.
Disamping itu, lanjut perempuan berambut cepak ini untuk lebih mengakrabkan lagi hubungan anak dan orang tua melalui budaya permainan tradisional. “Bahkan, ada 15 TK dari luar Santa Maria juga turut meramaikannya. Ada juga yang mendaftarkan sendiri secara pribadi. Artinya, kegiatan ini sangat dibutuhkan,” tambahnya. [Gegeh Bagus Setiadi]

Tags: