Komunitas Sepeda Onthel di Mojokerto Kian Menjamur

Forkopimda Kab Mojokerto saat ngonthel bareng dengan komunitas pencinta sepeda tua. [hasan amin/bhirawa]

Mojokerto, Bhirawa
Sejak keberadaan Komunitas Sepeda Onthel Mojokerto dikukuhkan Wabup Mojokerto, H Pungkasiadi SH empat bulan lalu dengan nama Kosti (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) keberadaannya kian menjamur di Kabupaten maupun Kota Mojokerto.
Karena semakin banyaknya anggota komunitas yang muncul maka harga sepeda pancal tua kini menjadi mahal. Jika sebelum dikukuhkan, sebuah sepeda onthel tua harganya berkisar Rp25 ribu hingga lima puluh ribu. Dan bisa mencapai harga dikisaran Rp500 ribu.
”Kini meningkat tajam sampai menembus harga Rp500 ribu dan tergantung lama pembuatannya, sebab semakin tua maka harganya semakin mahal seperti merk Gazella bisa mencapai Rp2,5 juta,” kata Jumari (60) penjual sepeda tua di PDS Mojosari kepada Bhirawa, Senin (17/9).
Hal ini terangkat dengan adanya Forkopimda Kab Mojokerto yang memotori kegiatan bersepeda bersama menyusuri Tlatah Mojopahit yang digelar sebulan sekali. Sbagaimana yang digelar ke empat kalinya pada minggu (16/9) lalu.
Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima SH bersama Forkopimda mengikuti kegiatan Ngonthel Bareng Jelajah Bumi Majapahit, dengan diikuti sejumlah 2 ribu Onthelis dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Mojokerto dan sekitarnya.
Kegiatan Ngonthel Bareng Jelajah Bumi Majapahit Keempat ini diselenggarakan dalam rangka Hari Olah Raga Nasional (Haornas) ini, diberangkatkan Wakil Bupati Mojokerto, H Pungkasiadi SH dari Lapangan Desa Lebaksono, Kec Pungging, Kab Mojokerto.
Turut serta dalam kegiatan itu, antara lain Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmarta SSos SIK MH, Ketua DPRD Kab Mojokerto H Ismail Pribadi SE,
Sekdakab Mojokerto Ir Herry Suwito MM.
Dalam sambutannya, ada Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi diantaranya mengatakan, kegiatan ngonthel pagi hari ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus olah raga bareng dalam rangka (Haornas) Tahun 2018. ”Olah raga bersepeda ini memang bukan olah raga prestasi namun sangat fleksibel karena bisa diikuti siapapun,” ungkap Pungkasiadi
Untuk kegiatan Ngonthel Bareng itu menempuh jarak sekitar 12 kilometer melalui rute start Lapangan Desa Lebaksono – Jl Raya Mojosari – Trawas – Jl Dusun Wonokerto Desa Sekargadung – Jl Dusun Arjosari Desa Randuharjo – Jl Desa Randuharjo (Dusun Kandangan – Dusun Randurancang – Jl Dusun Rungkut) – Jl Dusun Wonoayu Desa Kalipuro – finish Lapangan Desa Lebaksono. [min]

Tags: