Kebakaran SMKN 6, Polisi Amankan Tukang Parkir Setempat

Petugas kepolisian turun tangan melakukan olah TKP di SMKN 6 Surabaya, Rabu (26/9). Akibat kebakaran, belasan motor siswa-siswi yang diparkir di luar sekolah hangus terbakar.[trie diana/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Kebakaran terjadi di SMKN 6 Surabaya , mengakibatkan 17 motor milik siswa-siswi yang diparkir di luar sekolah atau di pinggir Jl Margorejo II Surabaya ludes terbakar, Rabu (26/9). Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan lima petugas parkir setempat.
Mereka diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan karena dinilai bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran yang mengakibatkan belasan motor siswa hangus terbakar.
Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurthahjo mengatakan, akibat kebakaran tersebut 17 motor hangus. Tak hanya 17 motor saja yang terbakar, ada 17 motor lainnya yang terdampak atas insiden ini.
“Tidak ada korban jiwa, jika ditotal dengan yang terdampak ada 34 motor,” kata Kompol Budi Nurthahjo, Rabu (26/9).
Budi menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menguak penyebab kebakaran. Bahkan akibat kebakaran itu, tim labfor juga turun ke lokasi melakukan identifikasi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Hampir satu jam melakukan olah TKP dan identifikasi, tim kemudian membawa dua plastik yang berisi abu dan sisa barang yang terbakar.
“Selain melakukan olah TKP, ada lima orang pengelola parkir yang kami mintai keterangan di Polsek,” jelasnya.
Masih kata Budi, parkir di luar tersebut diduga adalah parkir liar. Sebab yang parkir di lokasi tersebut adalah mereka atau siswa-siswi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Tukang parkir liar ini memanfaatkan lahan kosong milik warga untuk dijadikan lahan parkir.
“Ini dikelola oleh orang luar Margorejo, dan diduga bekerjasama dengan oknum pegawai TU,” ucap Budi.
Budi menambahkan, per harinya para siswa dikenai tarif parkir Rp 2 ribu per motor.
“Hal ini sudah berjalan dua tahun. Besok (Kamis hari ini, red) akan saya instruksikan untuk semua motor dimasukkan ke dalam sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Bambang Vistadi menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 08.51. Saat itu pihaknya menerima laporan telah terjadi kebakaran motor milik siswa SMKN 6.
“Mendapat laporan itu, kami selanjutnya menerjunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran masing-masing satu unit dari pos Kali Rungkut, Sukolilo, rayon 3 Rungkut, hingga dua unit tempur Orong-orong,” ujar Bambang.
Bambang mengaku, api berhasil dipadamkan dan dinyatakan kondusif sekitar pukul 09.33. Namun pihaknya masih belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. “Untuk penyebab kebakaran masih kita selidiki. Kami belum berani menduga-duga. Namun dari beberapa saksi, bahwa api muncul dari salah satu motor,” pungkasnya.
Arif Suherman, salah satu warga Margorejo mengatakan pertama kali dia melihat ada asap mengepul, di lokasi parkir ke 17 motor tersebut. Lalu dalam sekejap api membesar dan membakar semua motor. “Saya teriak kebakaran-kebakaran lalu warga keluar semua,” ungkapnya di lokasi.
Bukan hanya Arif, seketika itu juga beberapa siswa yang tahu peristiwa itu lantas geger dan panik. Mereka menjerit dan berteriak minta tolong. Warga sekitar yang tahu kebakaran itu berusaha memadamkan api dengan air seadanya. [bed]

Tags: