Kampus Unesa Peduli Korban Bencana di Lombok

Prof Nur Hasan bersama tim relawan trauma healing unesa yang berasal dari Dosesn dan Mahasiswa sebelum pemberangkatan.

Bebaskan UKT dan Beri Beasiswa Mahasiswa Lombok
Surabaya, Bhirawa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) siap bebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan beasiswa bagi mahasiswanya yang terdampak bencana gempa Lombok. Hal ini tidak lain sebagai komitmennya dalam membangun sikap kepedulian. Diungkapkan Rektor Unesa, Prof Nur Hasan bahwa sebagai civitas akademika pentingnya membangun kepedulian dalam Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan. Terlebih sisi kemanusian.
“Kita siapkan UKT/SPP dan beasiswa bagi mahasiswa kita yang terdampak bencana gempa. Semester depan program ini bisa digunakan hingga lulus mereka, ” ungkap Prof Nur Hasan. Beasiswa tersebut diakui Prof Nur Hasan akan diupayakan dari pihak pemerintah atau pihak swasta. “Ada 131 mahasiswa kita yang asli Lombok. Ini yang akan dibebaskan dana pendidikannya selama di Unesa,” lanjut dia. Selain fokus pada pembebasan dana pendidikan di Unesa, pihaknya juga memfokuskan pada kebutuhan masyarakat Lombok.
“Air bersih sekarang jadi masalah yang sangat krusial. Kemudian tempat tinggal,” kata dia.
Terkait hal tersebut, Prof Nur Hasan mengaku bekerjasama dengan Fakultas Teknik guna membuat formula air bersih. Pembuatan sumur artesis dan pengadaan instalasi air bersih sederhana dinilainya bisa memberikan solusi masalah air bersih.
“ketika kita berbagi disana itu yang sangat bermanfaat,” tutur dia.

Fokus Pemulihan Pendidikan dan Psikologis Anak
Sebagai Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Unesa mengirimkan tenaga ahli di bidang psikologis, pendidikan dan fun sport for kids bagi korban bencana gempa di Lombok.
Ketua Unesa Peduli Lombok, Miftahul Jannah menuturkan Unesa akan berkonsentrasi dalam pendampingan pendidikan dan trauma healing. Di mana, menurut dia, sektor pendidikan mengalami dampak yang cukup besar. “Kita lihat, anak-anak tidak dapat bersekolah. Sekolah mereka hancur, gedungnya tidak layak untuk ditempati,” ungkap dia.
Dalam menyimpulkan tingkat traumatik yang dialami anak-anak di Lombok, Ketua Asosiasi Pelatih Mental Olahraga (APMO) Indonesia menuturkan akan melakukan analisa dengan menggunakan beberapa teknik. Seperti video, self repost, dan pengamatan perilaku.
“Jadi analisa kami berbasis perilaku, video dan berbasis self report. Dari tiga teknik ini kita bisa mengukur seberapa jauh penerapan treatmen yang kita berikan punya dampak,” jelas dia. Sehingga, imbuh dia, nantinya plan yang di susun bisa tercapai dengan baik secraa teknis. “Jadi, peserta pada gelombang pertama yang sampai duluan, akan melaporkan kebutuhan mereka. Ada Brefing teknis berkelanjutan,” lanjut dia.
Sementara itu, dalam bidang pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa akan menyediakan media pembelajaran yang dibutukan oleh sekolah. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendampingan Proses Belajar Mengajar dengan pemanfaatan media pembelajaran yang ada.
“Kita akan maksimalkan apa yang ada. Sehingga dalam proses pemulihan ini anak-anak juga tetap bisa semangat belajar,” tutur dia.
Adapun jumlah peserta yang akan diturunkan ke Lombok dalam pendampingan Pendidikan dan Trauma Healing adalah 51 orang yang berasal dari dosen dan mahasiswa. Di aman 16 peserta dari KKN Tanggap Bencana, 15 mahasiswa umum dan 16 dosen dari berbagai bidang keilmuwan. [ina]

Tags: