‘Jaminan Pasti Naik Kelas’ Hambat Peningkatan Mutu Pendidikan

Suasana Forum Perencanaan Program Inovasi yang digelar di Balaikota Among Tani Batu, Selasa (4/9).

Kota Batu, Bhirawa
Peraturan yang termuat dalam Kurikulum 13 (K13) yang memunculkan mindset bahwa semua siswa sekolah harus dinaikkan kelas mulai dikeluhkan para pelaku pendidikan di Kota Batu. Karena hal ini justru bisa mengendurkan semangat dan motivasi belajar para siswa.
Keluhan ini disampaikan Dewan Pendidikan Kota Batu dalam acara Forum Perencanaan Program Inovasi yang digelar di Balaikota Among Tani Batu, Selasa (4/9). Dewan Pendidikan berharap segera dilakukan revisi terhadap peraturan tersebut.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu, Budi Prasetya, mengatakan ketika ada jaminan bahwa semua siswa yang bersekolah dipastikan akan naik kelas akan menjadi kendala atau masalah di dunia pendidikan. Para pelaku pendidikan akan kesulitan ketika harus memperbaiki semangat dan mutu pendidikan.
“Lha siswanya sudah tahu kalau dirinya bakal naik kelas walapun proses belajar-mengajarnya belum selesai, ya banyak siswa yang malah malas- malasan belajar,”ujar Budi. Karena itu dirinya sangat berharap ada revisi terhadap kebijakan tersebut.
Kebijakan ini dinilai berat meskipun untuk mengimbanginya ada kebijakan remidi atau mengulang mata pelajaran bagi siswa yang tidak lulus mata pelajaran tertentu. Namun hal ini justru menambah berat tugas guru yang terkadang memiliki jumlah murid yang melebihi jumlah yang ditentukan.
Kritikan yang sama juga diberikan terhadap kebijakan pendidikan non formal atau kejar Paket, baik Paket A, Paket B, maupun Paket C. Karena dalam pendidikan non formal ini juga sudah dipastikan bahwa semua siswanya akan lulus.
“Stigma bersekolah kejar paket pasti lulus juga harus dikritisi juga. Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama untuk memperbaiki program Kejar Paket A, B dan C,” ujar Kasie Kurikulum PMP PMA Dindik Pemprov Jatim, Eka Ananda Arief,BR,SH,M.Si. Apalagi, lanjutnya, saat ini Kejar Paket ini sedang laris manis. Banyak warga yang ingin mengikuti pencalonan Kepala Desa, termasuk Kepala Daerah dan Calon Legislatif yang memanfaatkan Kejar Paket C untuk memenuhi persyaratan jenjang pendidikannya.
Namun pandangan berbeda disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Dr.Enny Rachyuningsih yang juga menjadi pemateri dalam forum ini. Dia sangat setuju bahwa semua anak harus naik kelas dan lulus. “Karena pendidikan itu tidak hanya diberikan di bangku sekolah. Dan karena jumlah jam pendidikan di sekolah sangat terbatas,”ujar Enny.
Dan untuk mengantisipasi adanya siswa yang tertinggal dalam pelajaran, Enny berharap ada kerja keras dari guru untuk mengulang pendidikan tersebut kepada siswa ybs. Dan bisa jadi pengulangan yang dia sebut sebagai remidi ini dilakukan di luar jam sekolah. “Karena itu harus dioptimalkan pula adanya bimbingan belajat atau bimbel. Dan siswa yang tertinggal ini harus terus diajari sampai siswa tersebut ngeh (mengerti/paham),”tambah Enny.
Dan untuk lebih mengoptimalkan mutu pendidikan, Pemerintah telah membuat program Inovasi yang diperuntukkan untuk anak sekolah Indonesia. Program Inovasi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah RI dengan Autralia. Dan untuk mengoptimalkan output atau hasil dari program ini, kemarin Pemkot Batu menggelar forum Perencanaan Program Inovasi yang diikuti stakeholder pendidikan di Kota Batu. Mulai dari Guru, Kepala Sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah, dan juga Dinas Pendidikan. [nas]

Tags: