Hunian Kamar Hotel Menyusut, PHRI Desak Penertiban Villa Liar

Suasana hearing atau dengar pendapat antara PHRI Kota Batu dengan DPRD setempat yang digelar di Gedung DPRD Batu, Kamis (6/9).

Kota Batu, Bhirawa
Tingkat hunian kamar hotel di Kota Batu mengalami penyusutan dalam 5 tahun terakhir. Menariknya kondisi ini berbanding terbalik dengan angka kunjungan wisata yang mengalami kenaikan.
Fenomena pariwisata batu ini menjadi inti hearing antara Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu dengan DPRD setempat yang digelar di Gedung DPRD Batu, Kamis (6/9).
Ketua PHRI Batu, Bambang Setya Dharma mengeluhkan bahwa sejak tahun 2014 hingga sekarang, angka hunian kamar hotel di Kota Batu setiap tahunnya mengalami penurunan. Jika di tahun 2014 tingkat hunian masih 60 persen lebih maka di tahun 2015 menyusut menjadi 51 persen, tahun 2016 menjadi 48 persen, 2017 menjadi 46 persen, dan 2018 tinggal 37 persen.
“Meskipun tahun 2018 masih memasuki bulan September, kami prediksi hingga akhir tahun tingkat hunian kamar hotel tak akan lebih dari 40 persen,”ujar Bambang, Kamis (6/9).
PHRI mengindikasikan ada beberapa kendala yang menjadi penyebab terjadinya penurunan ini. Di antaranya, menjamurnya homestay dan villa yang seolah pendiriannya luput dari pengawasan, pertumbuhan kamar hotel yang tidak diimbangi dengan meningkatnya kunjungan hotel, dan terisinya kamar hotel yang hanya terjadi pada weekend atau masa liburan saja.
Diketahui,beberapa hotel terus melakukan pengembangan jumlah kamar. Jika di tahun 2015 jumlah kamar hotel di Batu ada 2973 mnaka di tahun ini sudah naik menjadi 3877 kamar. Namun pada waktu bersamaan juga terjadi perkembangan jumlah homestay dan villa.
Akibatnya, ketika jumlah kamar hotel mengalami pertumbuhan 34 persen, ternyata orang yang meninap di hotel hanya naik 25 persen. “Saat ini keberadaan homestay dan villa di Batu seolah menjamur. Karena itu kita minta adanya penertiban mana- mana homestay dan villa yang sudah berizin dan legal,”pinta Bambang.
Untuk mengatasi hal itu, PHRI mendesak Pemkot dan Dewan segera merealisasikan pembangunan jalan tol Surabaya- Malang. Harapannya, beberapa pelaku bisnis yang sedang menggelar kegiatan di Surabaya bisa bisa sekaligus datang ke Batu.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo mengatakan bahwa 3 Pemda dan Dewan di Malang Raya telah melakukan upaya kajian terhadap pembangunan tol Surabaya- Malang.
“Namun kita (3 Pemda dan DPRD) juga harus memikirkan ketika akan banyak kendaraan bermotor yang akan masuk Malang Raya. Kita saat ini juga dipusingkan akan hal itu, bagaimana adanya tol ini tidak membikin macet di dalam kotya,”ujar Cahyo.
Sementara, Plt.Kadisparta Kota Batu,Imam Suryono yang juga ikut dalam hearing mengatakan agar hotel di Batu tidak hanya penuh saat weekend, Pemkot akan segera merealisasikan Kota Batu sebagai distinasi wisata internasional berbasis kearifan lokal. Ada 4 program yang saat ini sedang kita laksanakan yaitu, pengembangan destinasi Desa, pengembangan SDM Desa, pengembangan kebudayaan lokal,dan promosi.
“Kami akan optimalkan pengembangkan Desa Wisata. Untuk itu kita saat ini sedang mengumpulkan para Kades untuk membuat konsep wisata tersebut sekaligus membuat Paket Wisata,”ujar Imam.(nas)

Tags: