Festival Seni Arek Suroboyo Terancam Batal

Surabaya, Bhirawa
Selain mengancam nasib karyawan TRS, penyegelan tersebut juga berimbas pada event kesenian rutin yang melibatkan seluruh sekolah di Surabaya. Khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Ruang gerak berekspresi pun bakal semakin dibatasi.
Kepala Sekolah TK Masyithoh Kecamatan Tambaksari Khadijah mengaku kebingungan dengan penyegelan TRS ini. Pada Bhirawa, ia menyampaikan bahwa event rutin sekolahnya terancam batal jika tak kunjung menemukan tempat penggantinya.
“Makanya itu, kami kebingungan karena tempat hiburan seperti TRS juga minim. Kalau digelar di mal atau pusat perbelanjaan juga tidak mungkin, yang ada malah belanja,” ujarnya, Senin (3/9).
Selain murah, lanjut Khadijah, TRS menjadi wahana belajar dan bermain yang aman untuk anak-anak. Apalagi, tiket masuk yang dipatok untuk ibu dan anak juga terjangkau, Rp 10 ribu dari harga Rp 15 ribu per orang.
“Kalau seperti ini (disegel, red) ruang berekspresi anak-anak jadi terbatas, di Balai Pemuda juga tidak bisa digunakan karena saat ini dalam proses pembangunan,” jelasnya. [geh]

Tags: