Dua Pelaku Penggandaan Uang Diduga Pengikut Dimas Kanjeng

Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono (kanan) saat menunjukkan barang bukti satu bungkus kertas dan dua lembar uang asli Rp 50 ribu dan Lencana Polisi milik tersangka

Kab Malang, Bhirawa
Dua dari tiga orang pelaku penipuan penggandaan uang berhasil ditangkap Polsek Singosari. Sedangkan pelaku penipuan  penggandaan uang tersebut telah mampu memperdayai Mustofa warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yakni bernama Mustofa. Dan korban sendiri juga sudah memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp 300 juta, agar uang sebesar itu bisa bertambah menjadi Rp 1 miliar.
“Meski Polisi sudah mengamankan pelaku dan barang bukti satu bungkus kertas dan uang pecahan asli dua lembar Rp 50 ribu, namun pihaknya  masih memburu satu pelaku lagi, yang kini kita tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial AG,” ungkap Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, Sabtu (22/9), saat menggelar kasus di Mapolsek Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Dua tersangka yang kita amankan itu, kata dia, yaitu Muhklis (45) warga Kabupaten Banyuwangi dan Nurokhim (51) warga Kabupaten Lumajang. Sedangkan wilayah operasi mereka dalam melakukan penipuan itu, yakni Probolinggo, Pasuruan, dan Malang Raya. Sementara, pihaknya menduga jika tiga orang pelaku penipuan penggandaan uang tersebut, sebagai pengikut Taat Pribadi atau dikenal dengan Dimas Kanjeng, yang kini sudah mendekam di penjara atas kasus pembunuhan dan  penggandaan uang.
“Kedua tersangka bisa kita tangkap karena laporan dari korban, lalu pihaknya menangkap mereka saat berada di salah satu swalayan yang ada di wilayah Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Bahkan, pelaku juga dijanjikan korban, jika pengandaan uang itu berasil akan diberikan masing-masing Rp 100 juta,” terang Supriyono.
Ditegaskan, pelaku yang bisa kita ditangkap akan dikenakan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP) tentang penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sedangkan kasus ini tidak ada proses ritual yang biasa sebagai modus untuk melakukan penipuan dalam menggandakan uang. Namun, para pelaku ini menemui korban berkali-kali sampai dia percaya tipu muslihat yang dilakukan tersangka.
Selain itu, kata dia, Polsek Singosari tidak hanya berhasil menangkap pelaku penipuan menggandaan uang saja, namun pihaknya juga berhasil menangkap dua tersangka dalam kasus perampasan sepeda motor milik nasabah Mega Finance atau leasing. Sedangkan pelaku tersebut juga sebagai debt collektor Mega Finance, dan dalam melakukan aksi perampasan sepeda motor itu, mereka juga membawa Lencana Polisi, yang juga mengaku sebagai Polisi.
Kedua pelaku tersebut, masih dikatakan Supriyono, yakni bernama Yudianto (43) warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan Anang Setiawan (43) warga Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dan menurut pengakuan tersangka Lencana Polisi tersebut milik rekannya yang bertugas sebagai anggota Kepolisian. “Namun, keterangan pelaku tersebut masih dipertanyakan kebenarannya,” terangnya.
Sedangkan selain mengamankan para pelaku, tegas dia, pihaknya juga telah mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat milik nasabah dan satu buah Lencana Polisi. Sehingga kedua pelaku itu, kita jerat denganPasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai ancaman, dengan ancaman hukuman 9 tahun. [cyn]

Tags: