Dorong Pertides Optimalkan Profesor Turun Desa

Mendes PDTT bersama anggota Perguruan Tinggi Desa (Pertides) mewisuda peserta Akademi Desa 4.0 di Gedung Techno Park UPN “Veteran” Surabaya, Kemarin (18/9).

Kemendes-PDTT Luluskan Wisuda Pertama Program Akademi Desa
Surabaya, Bhirawa
Kementerian Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Perguruan Tinggi (PT) untuk Desa (Pertides) untuk menerjunkan Professornya.
Kepala tim advisor Kemendes Prof Heriono Suriyono mengungkapkan, program professor turun desa merupakan konsep fundamental dari Akademi Desa 4.0. Ia mengaku jika program tersebut mempunyai peran yang cukup besar dalam pembangunan desa. “Jadi sifatnya tidak hanya mengajar. Tapi juga menjadi konsultan dari kepala desa dalam rembuk-rembuk desa,” lanjut dia.
Bahkan, lanjut dia, profesor yang diterjunkan juga dapat merumuskan teori-teori pembangunan desa yang tidak dimiliki negara lain untuk diseminarkan secara nasional maupun international. “Program ini sifatnya sukarela dalam membangun desa. Dari desa ini para professor bisa menggali potensi desa,” ungkap dia. Beberapa daerah sudah memulai mengawali program “Professor Turun Desa”. seperti Sumatera dan Surabaya.
Diakui Prof Heriono, program tersebut tidak lepas dari peran Pergutuan Tinggi dalam keanggotaan Pertides. Yaitu menyiapkan bahan ajar sebagai kurikulum Akademi Desa 4.0, Pengunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) dari proses abdimas dan KKN Mahasiswa yang diterapkan dari kebijakan kampus masing-maisng. “Perannya sendiri yaitu pada saat dibutuhkan turut menyiapkan para trainer dan ikut pendampingan. Kita punya resources yang cukup banyak di PT. Diimbangi dengan bantuan teknologi digital proses bisa lebih matang,” jelas dia.
Di samping itu, pertides bersama kemendes juga dituntut dalam mengembangkan semnilan pokok bahan ajar. Diantanya terkaib BUMDes, Prokades, managemen desa, meraparkan dana desa, pengelolaan dana desa serta TTG. “Bahan ajar ini bisa dikembangkan lagi oleh PT untuk disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat ini telah mewisuda 98 peserta program Akademi Desa 4.0 di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Surabaya, Selasa (18/9). Prosesi wisuda ini merupakan kali peratama digelar usai Kemendes meluncurkan program Akademi Desa 4.0, pada Mei 2018 lalu. Pada proses wisuda ini, Eko mengungkapkan jika para wisudawan dipastikan lulus sertifikasi profesi dan peningkatan kualitas lembaga-lembaga pelatihan pembangunan desa melalui akreditasi. Adapun para peserta yang diwisuda berasal dari beberapa daerah. Diantaranya, Yogyakarta, Bali dan Papua.
“Saya berharap jangka pendeknya bisa langsung diterapkan di desa masing-masing. Dan jangka panjangnya, mereka berani menjadi pengusaha di desanya, “ungkap Eko.
Eko menambahkan, jika diluncurkannya program Akademi Desa 4.0 dinilai menjadi kebutuhan bagi desa-desa di Indonesia untuk lebih mandiri dan maju. Terlebih lagi, latar belakang pendidikan masyarakat desa yang berebeda, bahkan sebagian juga ada yang tertinggal. “Karena itu, agar bisa maju, mereka memerlukan pendampingan semacam ini,” lanjut dia.
Diakui Eko, sebelumnya Kemendes mempunyai program peningkatan desa melaluiprogram pendampingan desa. namun, ia menilai selain menghabiskan dana yang cukup banyak, program tersebut dirasa kurang efektif.
“Makanya kita bentuk Akademi Desa 4.0. Dengan ini, proses belajar mengajar bisa secara virtua. Jadi materinya kita blasting melalui internet, terus pelajarannya bisa melalui portal online yang bisa dipakai,” tutur dia.
Sementara itu, Rektor UPN “Veteran” Surabaya Prof Teguh Sudarto menuturkan jika wisuda Akademi Desa tidak ditentukan besar lulus tidaknya mereka dalam mengikuti pelatihan yang disediakan Kemendes.
“Wisuda ini bukan soal lulus tidaknya. Jika tidak lulus atau dalam artian belum mencapai target, mereka harus mengulangi hingga benar-benar paham, berapapun itu waktunya. Tentunya harus ada peningkatan materi,” ujar Rektor UPN yang juga tergabung dalam Pertides ini. [ina]

Tags: