Di UCLG Aspac, Anies Baswedan Ajak Tukar Pengalaman Bangun SDM

Anies Baswedan saat menghadiri UCLG Aspac ke-7 di Surabaya, Kamis (13/9).

Surabaya, Bhirawa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seharusnya yang menjadi fokus pembahasan para pemerintah daerah yang hadir di forum United Cities Local Goverment (UCLG) Asia-Pacific (Aspac) ke-7 di Kota Surabaya bukan semata soal pembangunan fisik kota belaka.
Menurut Anies, ada hal yang lebih penting dan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para delegasi pemerintah daerah, yakni soal pengembangan kualitas manusianya
“Pencapaian kota itu tidak hanya di aspek fisiknya saja, tapi tukar pikiran dalam pengembangan kualitas manusia (SDM, red),” kata Anies sata ditemui di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (13/9).
Kenapa aspek manusia menjadi sangat penting bagi Anies, sebab, menurutnya, kota begitu sangat bergantung pada manusia. Dan meski pembangunan dan gedungnya ada, namun tak ada manusianya atau manusianya tak berkembang, kota itu hanya disebut sebagai kota mati.
“Yang membuat kota disebut kota itu karena ada orangnya, kalau kota, ada gedungnya, gak ada orangnya itu kan disebut kota mati, karena itu pembangunan manusianya harus jadi fokus,” kata dia.
Ia juga berharap, forum UCLG Aspac ke-7 ini bisa jadi forum untuk tukar pikiran dan tukar pengalaman bagi para pemerintah daerah Indonesia dengan pemda-pemda lain yang ada di Asia Pacific. Kendati demikian, Anies meminta para delegasi tak hanya sekadar copy paste.
“Karena kota-kota di dunia punya tantangan yang berbeda-beda, karena itu kita tidak bisa copy paste dari kota satu ke kota lain, tetapi kita bisa belajar hikmahnya, apa terobosan yang menarik, apa situasinya, apa kondisinya, nah pertukaran pikiran, pertukaran pengalaman itu yang penting,” ujar Anies.
Penampilan Art Performance
Pemkot Surabaya benar-benar ingin memanjakan delegasi UCLG Aspac. Setelah mengajak peserta berkeliling city tour ke tempat-tempat sejarah di Surabaya dan dilanjut dengan kongres. Pada malam harinya, peserta dimanjakan dengan hiburan art performance di Jembatan Suroboyo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan usai melakukan rangkaian kongres di Dyandra Convention Center, dan city tour, malam harinya peserta UCLG Aspac disuguhi dengan penampilan art performance di Jembatan Suroboyo.
”Setelah delegasi dijamu makan malam di Dyandra, kemudian mereka kami ajak ke Jembatan Suroboyo untuk menikmati penampilan art performance musik jazz,” kata Antiek di sela-sela acara art performance, Rabu (12/9).
Menurut Antiek, suguhan art performance yang ditampilkan ini, merupakan bagian acara dari rangkaian city tour. Para delegasi sengaja diajak ke Jembatan Suroboyo untuk dikenalkan salah satu ikon baru yang ada di Surabaya.
Para delegasi tampak terlihat antusias dan sumringah menikmati suguhan art performance yang disajikan Pemkot Surabaya. Antusias tersebut, ditunjukkan pula melalui aksi pose foto selfie sembari berjoget menikmati alunan musik jazz.
Sementara itu, Presiden dari Local Councils Association of the Punjab Pakistan (LCAP) Mr Saayed Muhammad Assyakilani, mengaku senang dan terkesima dengan air terjun menari. Menurutnya, ini adalah sesuatu hal yang baru.
”Menurut saya ini adalah hal yang baru. Penampilan (air terjun menari) yang ada di jembatan itu, mampu untuk menarik pengunjung,” kata dia. [dre]

Tags: