Dari Penelitian, Kembangkan Usaha Industri

Fredy Kurniawan

Fredy Kurniawan
Bermula dari penelitian penggunaan Beton Pracetak Mutu Tinggi Ramah Lingkungan, dosen Teknik Sipil Universitas Narotama (Unnar) Surabaya, Fredy Kurniawan mendapat dana hibah penelitian sebesar Rp 190 juta dari Kemenristekdikti.
Bukan tanpa alasan Fredy tertarik dalam melakukan penelitian tersebut. Pasalnya, dari rasa ingin tahunya yang tinggi dengan bahan bangunan yang digunakan dalam Rumah Tahan Gempa (RTG) ia memulai usahanya dalam indutri panel beton. Diungkapkan Fredy, Panel Beton merupakan bahan yang digunakan dalam pembangunan rumah tahan gempa. Ia menjelaskan, panel beton merupakan hasil dari proses percetakan yang dilakukan oleh pabrik dengan kualitas yang tinggi. Bentuk yang modular memungkinkan bisa disusun sesuai imajinasi layaknya lego. Dalam pembangunannya, panel beton terbilang mudah dan cepat karena menggunakan sambungan baut.
“Saya tertarik menggeluti industri panel beton ini. terlebih ketika saya tahu bahan pembuatan RTG ketika menjadi dosen pebimbing mahasiswa saya,” ujar dia. Selain panel beton, beberapa bahan pembangunan RTG juga berasal dari rangka baja dan rangka kayu.
Pemilik pabrik Rumah Panel Surabaya ini juga menjelaskan, jika material panel beton sendiri terdiri dari rangka besi 8 mm dan 6 mm yang dirangkat dengan penulangan selang-seling.
“Panel beton harus memenuhi mutu beton. Yang dianjurkan yaitu K300 dan ber standar nasional Indonesia (SNI)” papar dia. Dalam pembangunan rumah berbahan panel beton, tambah Fredy membutuhkan waktu selama satu hari untuk menyusun struktur dan tiga minggu tahap finishing.
“Dari panel beton inilah yang juga menjadi material utama pembangunan Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) yang telah melakukan tahap uji laboratorium,” tuturnya.
Dari hasil uji laboratorium tersebut, lanjut dia, RISHA mampu menahan getaran hingga 8 skala Richter. Selain itu, secara empiris Fredy mengaku jika RISHA sudah ketika terjadi gempa di Aceh tahun 2004 yang lalu. Selain Aceh, di Lombok Utara juga dibangun RISHA sejak lima tahun yang lalu. “Ketika terjadi gempa beberapa waktu yang lalu, RISHA yang dibangun waktu itu terbukti kuat menahan gempa,” ungkap Lulusan Heriot Watt University Inggris ini. Fredy menambahkan, saat ini RISHA yang terpasang di seluruh Indonesia sejak 2004 sebanyak 40 ribu.
“Pembangunan RISHA ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Material yang digunakan pun menggunakan bahan lokal yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” pungkas aplikator RTG ini. [ina]

Tags: