Bacakan Pledoi, Henry Bantah Tuduhan Penipuan

Henry J Gunawan membacakan nota pembelaan dalam perkara Pasar Turi di PN Surabaya, Kamis (13/9). [abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Dirut PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan mengungkapkan dalam pembacaan pledoi (pembelaan) bahwa dirinya bukan penipu. Pledoi tersebut dibacakan Henry di hadapan Ketua Majelis Hakim Rochmad di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Sidang beragendakan pembacaan nota pledoi itu diajukan tim kuasa hukum Henry yang diketuai Yusril Ihza Mahendra. Tak hanya kuasa hukum, Henry mengajukan nota pledoi secara pribadi. Dalam pledoinya yang diberi judul ‘Kami Bukan Penipu’, Henry mengaku sangat terpojokkan oleh pemberitaan media yang menyebutkan dirinya sebagai seorang penipu.
“Sebagai seorang ayah dan suami, kami dipojokkan oleh pemberitaan media yang begitu gencar. Kami dituduh melakukan perbuatan yang tidak pernah kami lakukan,” kata Henry, Kamis (13/9).
Apalagi dirinya telah lama mendengar desas-desus yang menyebutkan dirinya harus menyerahkan pengelolaan Pasar Turi ke Pemkot Surabaya atau peserta Joint Investment (JO) lainnya agar terhindar dari masalah hukum.
“Sejak awal kami merasa bahwa kasus ini merupakan rekayasa yang menjadikan saya sebagai korban. Kami harus percaya apa yang disampaikan oleh 12 pedagang. Dan kami makin percaya desas-desus di luar jauh sebelum peristiwa ini terjadi, bahwa kami akan dipenjara walau kami tidak salah sama sekali,” bebernya.
Masih kata Henry, pihaknya merasa aneh ketika proses mengembalikan uang ke para pedagang (pelapor). Malahan para pedagang sepakat menolak atau tidak mau dengan uang pengambalian dari Henry.
“Jauh sebelum kasus ini dilaporkan ke Polda Jatim, kami sudah berinisiatif mengembalikan uang bagi siapa pun (pedagang) yang merasa keberatan karena sertifikat strata title belum terbit. Kami juga tidak pernah mengiming-imingi strata title. Maka berkenan yang mulia Majelis Hakim mempertimbangkan ini untuk hal yang meringankan bagi kami,” ungkapnya.
Menurut Henry, justru seharusnya para pedagang bisa bersama-sama dengan dirinya selaku pimpinan PT GBP untuk menagih kewajiban Pemkot Surabaya agar segera memberikan persetujuan HGB di atas HPL Pasar Turi. Sehingga para pedagang bisa kembali berdagang seperti dulu lagi.
Lanjut Henry, bagaimana bisa dirinya dituduh menipu dan menggelapkan uang pedagang. Padahal sertifikat yang dijanjikan Pemkot Surabaya belum diserahkan ke JO Gala Megah Investment selaku pengelola Pasar Turi. “Bukan malah menuduh kami dengan tuduhan yang tidak berdasar,” terang Henry.
Masih kata Henry, perihal uang pencadangan, uang tersebut digunakan untuk pengurusan sertifikat. Dan uang pencadangan mau dikembalikan berkali-kali, tapi pedagang tidak pernah mau. “Jika bermasalah, seharusnya seluruh anggota JO harus duduk di kursi pesakitan ini karena Pasar Turi dibentuk oleh tiga perusahaan berbentuk JO. Jadi Totok Lusida, Torino Junaidi, Tee Teguh Kinarto, Heng Hok Soei, juga harus duduk di kursi pesakitan ini,” tegasnya.
Sementara itu, tim kuasa hukum Henry dalam nota pledoinya meminta agar Majelis Hakim yang diketuai Rochmad membebaskan Henry dari segala tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Memohon agar Majelis Hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya,” kata Mochammad Dzul Ikram, salah satu kuasa hukum Henry. [bed]

Tags: