Ajari Pendidikan Anak Penjara

Marta Mila Sugesti SPd SS MPd

Marta Mila Sugesti SPd SS MPd
Jarang sekali pengajar yang memiliki kepedulian tinggi bagi kelangsungan pendidikan anak yang berada di dalam penjara rumah tahanan negara (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (lapas) di tanah air. Tetapi tidak dengan Marta Mila Sugesti SPd SS MPd, guru mata pelajaran (mapel) Matematika di SMAN 2 Situbondo ini, justru mengajukan sebuah penelitian tentang pemenuhan hak-hak pendidikan anak yang ada di Rutan Situbondo di Jalan Akhmad Jakfar Nomor 1, belum lama ini.
Marta-panggilan karib Marta Mila Sugesti, mengatakan, keinginan atau ide itu didasari oleh minimnya pendidikan bahasa Inggris yang diperoleh anak yang tersangkut kasus di dalam penjara. Metode ajar yang akan diberikan, berupa pembelajaran dasar bahasa Inggris hingga berhasil mendapatkan sertifikat lulus.
“Semua komponen Alhamdulillah sudah menyetujui. Termasuk diantaranya, Kepala Sekolah SMAN 2 Situbondo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Situbondo serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” katanya.
Masih kata Marta, program penelitian ini selain masih baru juga akan dibebaskan dari segala biaya alias gratis. Ketertarikan ini, tutur alumni S1 Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember dan S1 Bahasa Inggris Universitas Abdurahman Saleh (Unars) Situbondo itu, untuk membagi ilmu yang dimiliki kepada anak-anak yang ada di dalam tahanan penjara.
“Kuatnya tembok penjara dan kokohnya jeruji besi tidak menjadi hambatan bagi saya untuk memberikan pendidikan kepada anak yang berada dalam kamar tahanan,” ungkap alumni S2 Program Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang (UNM) itu.
Wanita yang juga lulusan S2 Pendidikan Matematika UNM itu mengakui, keinginan tersebut juga sempat disampaikan kepada Gubernur Jatim Dr Soekarwo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Semua pejabat yang berwenang memberikan lampu hijau untuk segera direalisasikan.
“Bahkan saya sempat dijuluki pembawa virus untuk bertarung dan berkompetisi oleh Pakde Karwo (Gubernur Jatim). Oleh Pak Saiful Rakhman (Kadis Pendidikan Jatim) saya sempat disebut agen prestasi. Sedangkan pejabat GTK (guru dan tenaga kependidikan) Dindik Jatim saya sempat disebut macan asia,” ujar istri Saksono Pangaribowo, pengajar SMPN 1 Situbondo itu. [awi]

Rate this article!
Tags: