Waspada, Jatim Telah Terjadi Gempa 90 Kali

Malang Diguncang Gempa 5,2 SR
Pemprov, Bhirawa
Masyarakat Jatim khususnya yang berada di wilayah selatan, tampaknya harus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mencatat telah terjadi gempa bumi sebanyak 90 kali di berbagai daerah di Jatim.
“Terhitung sampai Juli tahun ini, telah terjadi 90 kali gempa bumi. Gempanya berkisar antara 2,7 hingga 5,8 skala richter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono ST MM, dikonfirmasi Rabu (8/8).
Beruntung, kata Suban, puluhan gempa bumi itu terjadi jauh dari daratan. Kedalaman gempa di tengah laut juga puluhan kilometer. Gempa itu terjadi di wilayah selatan, seperti Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Trenggalek dan Pacitan.
“Tak bisa membayangkan kalau pusat gempanya dekat dengan daratan. Kalau gempa itu terjadi di darat, dampaknya luar biasa sekali walaupun hanya 5,8 skala richter. Contohnya seperti gempa bumi di Sumenep pada Juni lalu yang merusak puluhan rumah,” katanya.
Wilayah Kabupaten Malang, pada Rabu (8/8) siang, kembali diguncang gempa bumi yang berkekuatan 5,2 Skala Righter (SR). Sedangkan gempa yang dirasakan masyarakat kabupaten setempat, pada pukul 13.09.23 WIB.
Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang Musripan, Rabu (8/8), saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi yang melanda Kabupaten Malang berkekuatan 5,2 SR, namun tidak berpotensi terjadinya gelombang tsunami. Sehingga masyarakat Kabupaten Malang yang bertempat tinggal di wilayah pesisir Pantai Malang Selatan, diharapkan tidak panik.
Dijelaskan, gempa bumi pada hari Rabu (8/8) siang ini, tidak hanya di wilayah Malang Raya saja, tapi gempa juga dibeberapa di Jatim. Seperti di Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Surabaya, dan Tenggara Jakarta. Sedangkan gempa tersebut berada di 8.80 Lintang Selatan (LS), 112.46 Bujur Timur (BT), dan gempa tersebut tepatnya berlokasi di 68 kilometer (km) Barat Daya (BD) Kabupaten Malang, dengan kedalaman 13 kilometer (km). Dan meski gempa bumi tersebut berkekuatan 5,2 SR, namun tidak menimbulkan tsunami.
“Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi atau guncangan dirasakan di daerah Malang, Karangkates, Blitar dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau (III MMI) Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta dan Kuta I SIG-BMKG(II MMI),” lanjut Musripan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan telah menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang yang berada di Pesisir Pantai Malang Selatan agar terus meningkatkan kewasdaaan. Meski gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada Rabu (8/8) ini, tidak menimbulkan gelombang tsunami. Namun, masyarakat pesisir pantai harus tetap waspada. “Dan jangan panik, serta terus mengupdate informasi yang diberikan BMKG melalui masing-masing kepala desa, kecamatan, BPBD, SAR maupun PMI,” tuturnya.
Menurutnya, pasca terjadinya bencana gempa bumi di Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berkekuatan 7 SR dan menewaskan ratusan warga, pada Jumat (3/8) malam, memang hal ini telah membuat kekwatiran warga yang berada di wilayah Pesisir Pantai Malang Selatan, Kabupaten Malang. Sehingga dengan pasca gempa Lombok Barat itu, maka BPBD meningkatkan sosialisasi kepada warga pesisi pantai agar meningkatkan kewaspadaan, jangan panik, dan jangan mudah percaya dengan berita-berita di media sosial (medsos) yang kadang informasinya tidak dapat dipercaya alias hoax.
“Sosialisasi yang kita lakukan kepada masyarakat di pesisir pantai, baik di acara Bina Desa maupun sekolah-sekolah melalui Program Penggulangan Bencana, yakni tentang bagaimana yang harus dilakukan jika terjadi gempa bumi. Karena jika melihat karakteristik kontur wilayah Kabupaten Malang berpotensi terjadi gempa,” ungkap Bambang.
Oleh karena itu, dia menambahkan, agar masyarakat tidak panik terjadinya gempa bumi, maka pihaknya memberikan pengertian dan pemahaman, bagaimana cara menyelamatkan ketika terjadi bencana gempa bumi. Dan jika masyarakat sudah memahami penyelamatan ketika terjadi bencana, maka bila terjadi bencana mereka diharapkan bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, mudah-mudahan di Kabupaten Malang dijauhkan dari segala bentuk bencana. [iib,cyn]

Tags: