Takmir Masjid Kab.Pasuruan Dibekali Cara Menyembelih Hewan Kurban

Seorang pedagang sedang menjajahkan hewan kurban di kawasan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/8). Jelang Idul Adha, takmir masjid dibekali cara menyembelih hewan kurban, termasuk juga penjual hewan kurban dipinggir-pinggir jalan diberi tanda sertifikat kesehatan.

(Jelang Lebaran Idul Adha) 

Pasuruan, Bhirawa
Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan melakukan pelatihan menyembelih hewan kurban. Pelatihan diikuti sejumlah takmir masjid dan petugas penyembelihan yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan melalui Kabid Kesehatan Hewan, Ainur Alfiyah menyampaikan dalam pelatihan tersebut, peserta diberi pedoman tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar.
Yakni cara menyembelih yang benar akan mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal serta sesuai dengan syariat Islam.
“Kegiatan ini memang diperuntukan bagi petugas penyembelih yang berada di masjid. Termasuk pula memberikan informasi antemortem atau pengawasan hewan kurban sebelum disembelih. Kami mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk juga memberikan pengetahuan seputar cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai syarian agama Islam,” tandas Ainur Alfiyah, Minggu (5/8) sore.
Menurut Ainur, antemortem itu diartikan kesehatan hewan kurban bisa dideteksi lebih awal. Seperti kondisi kulit, gigi, sampai kelincahan hewan. Tujuannya, supaya hewan ternak yang sehat dan berkualitas.
“Terkait Postmortem, usai disembelih bisa mendeteksi hewan yang berpenyakit lewat organ dalamnya. Misalnya, di hati terdapat cacing hati atau tidak, sehingga layak konsumsi atapun tidak,” ujar Ainur Alfiyah.
Ia juga akan melakukan pengecekan terhadap hewan kurban yang berada dipinggir-pinggir jalan, pasar dan peternakan. Pengecekan dilakukan H-7 lebaran Idul Fitri.
“Pemantauan ini akan kami lakukan sebelum hari raya Idul Adha. Termasuk penjual dadakan di pinggir-pinggir jalan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit,” imbuhnya.
Nantinya hewan yang layak kurban, akan diberi label sertifikat keterangan kesehatan. “Sertifikat kesehatan akan menjadi bukti bahwa hewan layak dikurbankan. Sertifikat kesehatan dipasang disetiap lapak-lapak penjual hewan kurban, pasar dan peternakan,” tambah Ainur Alfiyah.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, M Miskat menyatakan kegiatan pelatihan sangatlah membantu dalam hal proses menyembeli dengan benar dan sehat serta halal. “Pelaksanaan kegiatan seperti bagi kami sangat membantu. Lebih khusus dalam proses pemotongan awal hingga akhir penyembelihan,” kata Miskat. [hil]

Tags: