Separuh RS di Tulungagung Terancam Dibekukan

Dr Moh Mastur

Tulungagung, Bhirawa
Dari 12 rumah sakit di Tulungagung, baru enam di antaranya yang sudah terakreditasi. Sisanya bakal di bekukan jika tidak segera melakukan akreditasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr Moh Mastur mengakui jika masih ada separuh dari jumlah seluruh rumah sakit di Tulungagung yang belum terakreditasi. “Dari 12 rumah sakit di Tulungagung, enam belum terakreditasi,” ujarnya, Kamis (30/8).
Menurut dia, rumah sakit yang beroperasi selama dua tahun dan belum berproses akreditasi bisa terancam izinnya dibekukan sementara oleh Dinkes Tulungagung. Pembekuan izin tersebut sampai rumah sakit yang bersangkutan melakukan proses akreditasi.
“Sampai sejauh ini dari enam yang belum terakreditasi tersebut dua di antaranya sudah menyatakan sedang berproses mendaftar akreditasi ke KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit),” paparnya.
Masih adanya rumah sakit yang belum terakreditasi, lanjut Moh Mastur, bisa dikarenakan operasional rumah sakit tersebut belum sampai atau mendekati dua tahun. Termasuk pergantian status dari rumah sakit ibu dan anak (RSIA) menjadi rumah sakit umum yang masa pergantian statusnya belum dua tahun.
“Tetapi semua kami imbau untuk segera melakukan akreditasi. Ini agar tidak sampai dibekukan sementara izinnya,” paparnya lagi.
Soal kasus kematian bayi di Rumah Sakit Trisna Medika Tulungagung belum lama ini, Moh Mastur menyatakan sudah dilakukan audit internal oleh Dinkes Kabupaten Tulunaggung. Hasilnya, Rumah Sakit Trisna Medika disarankan untuk segera melakukan akreditasi.
“Dalam kasus Trisna Medika, sesuai rekam medis yang dilaporkan ke kami dam setelah audit internal, perlu ada perbaikan pelayanan dan kami mengimbau agar segera berproses akreditasi,” tandasnya.
Mantan Kepala Puskesmas Ngantru ini menandaskan yang perlu diperbaiki di Rumah Sakit Trisna Medika bukan teknis pelayanan. Ini karena penilaian tersebut dilakukan oleh pihak lain, seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesaia).
“Karena itu kami mengimbau untuk segera melakukan proses akreditasi. Ini untuk melihat teknis sampai manejemen. Karena manajemen berjalan kurang baik,” tuturnya. [wed]

Tags: