Satreskoba Polres Jombang Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Pil Koplo

Puluhan ribu butir pil koplo dan barang bukti lainnya yang diamankan Satreskoba Polres Jombang dari dua bandar asal Mojokerto, Selasa siang (07/08). [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang menggagalkan peredaran barang haram jenis pil koplo dengan jumlah Barang Bukti (BB) puluhan ribu ‘Pil Setan’ yang diamankan dari dua orang pengedar alias bandar. Dari tersangka AR, warga Kota Mojokerto yang berprofesi sebagai tukang tambal ban, aparat mengamankan hampir lima ribu butir pil koplo.
“AR ini sangat sulit sekali, kita lakukan ‘under cover buy’, kita lakukan ‘survey land’, kita lakukan investigasi, sangat sulit sekali. Kebetulan kita sudah amankan yang bersangkutan. Untuk BB, kita amankan lima ribu butir koplo,” kata Kasatreskoba Polres Jombang, AKP Mochammad Mukid kepada sejumlah wartawan, Selasa siang (07/08).
Kasatreskoba menjelaskan, pil koplo itulah yang sangat merusak generasi mudah. Karena harganya murah meriah, namun efeknya sangat negatif bagi penggunanya.
“Karena harganya murah, per bijinya lima ribu rupiah, tapi efek sampingnya sangat besar. Lain dengan narkotika jenis lain, karena harganya mahal, mungkin karena ekonomi tidak mencukupi, makanya mereka lari ke pil koplo,” ujarnya.
Selain dari tangan AR, aparat juga mengamankan Barang Bukti pil koplo sejumlah hampir 26 ribu butir pil koplo dari tersangka Eko alias GB (35) warga Mojokerto. Tersangka mengakui mendapatkan barang haram dari daerah Mojokerto.
Atas tertangkapnya kedua pelaku bandar pil koplo itu, lanjut AKP Mochammad Mukid, pihaknya akan melakukan pengembangan bekerja sama dengan Polres Mojokerto dan Polda Jatim barangkali terdapat ‘home industri’ yang memproduksi pil koplo dari perkembangan kasus tersebut. Polisi menjerat dengan para tersangka dengan Pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.(rif)

Tags: