Ribuan Santri Shalat Ghaib, Bantu Bahan Makanan Ke NTB

Ribuan santri PP Riyadlus Sholihin sholat ghaib untuk korban gempa NTB.

Probolinggo, Bhirawa
Bencana Gempa Bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kesedihan. Sebagai rasa solidaritas ribuan santri di Kota Probolinggo memberikan empati, dengan shalat ghaib dan doa untuk korban, Senin 6/8 petang. Bahkan Polres Probolinggo langsung memberangkatkan bantuan bahan makanan dikirim ke korban gempa NTB.
Shalat ghaib dilakukan santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, setidaknya sebanyak 3000 santri di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan itu, dilakukan di masjid jamik pesantren. Doa pun dikumandangkan santri, hingga berharap bencana serupa tak terjadi lagi di Indonesia. Lebih-lebih di Probolinggo.
“Kami doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Semoga bangsa Indonesia dan warga Probolinggo dijauhkan dari bencana,” tutur Ustad Mustamir Shodiq, Imam Shalat Ghaib.
Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, selain mendoakan para korban, shalat ghaib dan tahlil juga sebagai pembelajaran bagi santri, bahwa apa yang dilakukan kali ini, merupakan bentuk rasa kemanusiaan.
“Kami ajari agar sensitif dengan musibah sehingga bila sudah keluar dari pondok, bisa mengajak lingkungannya peduli, saling mendoakan pada saudara-saudara kita khususnya di Lombok,” ujar Walikota Probolinggo terpilih periode 2019-2024 ini.
Kami sangat prihatin akan bencana gempa bumi mengguncang Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Minggu 5/8). Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pun terus bertambah. Data terakhir yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan korban tewas sudah mencapai angka 98 orang dan korban luka mencapai 200 orang lebih dalam perawatan medis, ungkap mantan DPR RI dari PKB itu..
Bantuan kemanusian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Barat terus dialirkan oleh warga Indonesia. Salah satunya dari anggota Polres Probolinggo pada Senin 6/8 petang. Satu truk kami berangkat untuk membantu saudara kita disana, ungkap Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad.
Kepedulian sosial untuk berbagi dengan korban gemba bumi di NTB ditunjukkan oleh anggota Polres Probolinggo. Sebanyak 1 truk berisi bantuan berupa sembako dikirimkan ke lokasi gempa. Ada 1.100 kilogram beras, 240 dus mie instan, 100 dus air mineral, 25 dus minyak goreng. “Bantuan itu merupakan swadaya anggota. Mereka spontan menyumbang saat apel pagi tadi,” kata Kapolres.
Bantuan, nantinya akan diserahkan ke pihak polres setempat, yakni Polres Lombok Utara. Diketahui, daerah itu merupakan lokasi terparah dalam gemba bumi yang melanda NTB. “Petugas di sana yang akan mendistribusikan langsung ke korban gempa. Mereka yang lebih tahu siapa yang berhak,” lanjutnya.
Rencananya, Polres Probolinggo akan menggalang dana lagi untuk meringankan beban korban bencana gempa bumi malam itu. Selain itu, kepolisian juga siap menampung bantuan dari warga sekitar untuk didistribusikan ke Lombok. “Kalau ada warga yang menyumbang, kami siap menampung dan mengirimkan ke sana,” tambah Kapolres.(wap)

Tags: