Puncak Kemarau, Hasil Produksi Garam di Kabupaten Pasuruan Minim

Pekerja saat panen garam di sebuah tambak di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/8).

Pasuruan, Bhirawa
Semester pertama tahun ini, sudah memasuki musim kemarau. Namun produksi garam di wilayah Kabupaten Pasuruan masih jauh dari harapan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan melalui Kabid Usaha Perikanan, Sugeng Subiyanto menyampaikan pertengahan tahun ini merupakan awal panen garam. Hanya saja, panen itu masih mencapai pada kisaran 1 persen dari 15 ribu ton, target produksi garam tahun ini.
“Juli hingga Agustus ini, sudah memasuki awal panen. Tapi, untuk produksinya masih tergolong minim,” tandas Sugeng Subiyanto, Kamis (30/8).
Meski demikian, pihaknya optimis target produksi garam bisa sesuai target. Biasanya bulan September-Oktober mendatang, tergolong puncak panen garam.
“Hasil produksi tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu yang mencapai 14.515 ton. Termasuk pula, petambak garam saat ini lebih banyak menggunakan geoisolator atau terpal garam,” terang Sugeng Subiyanto.
Saat ini, harga garam berangsur mulai turun. Pertengahan semester ini, sudah mencapai Rp 1.400 per kilogram. Harga ini terus turun dari awal tahun lalu yang mencapai Rp 2.000 per kilogram.
“Turunnya harga garam karena prinsip ekonomi. Saat ini panen garam juga sudah merata,” jelas Sugeng Subiyanto. [hil]

Tags: