PTMSI Probolinggo Lakukan Pembinaan Atlet

Pembinaan atlet, PTMSI terapkan sistem rangking.(Wap)

Probolinggo, Bhirawa.
Sebagai upaya pembinaan terhadap atlet tenis meja yang ada di Kabupaten Probolinggo, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Probolinggo menerapkan sistem rangking. Penerapan sistem rangking ini dilakukan setiap bulan melalui pertandingan dengan melibatkan beberapa atlet perwakilan dari PTM (Persatuan Tenis Meja) yang ada di Kabupaten Probolinggo. Khusus juara 1, 2 dan 3 akan mendapatkan beasiswa dari Pengkab PTMSI Probolinggo.
“Ternyata dampak dari penerapan sistem rangking ini sangat besar. Para pembina, pelatih maupun atlet terlihat betul-betul semangat berlatih agar bisa menjadi yang terbaik. Intinya atlet setiap saat harus menjaga stamina dan kebugarannya sehingga bisa selalu siap untuk bertanding untuk mendapatkan rangking tertinggi,” Hal ini diungkapkan ketua pengkab PTMSI Probolinggo dr. Moch. Asjroel Sjakrie, Rabu 1/8.
Menurut Asjroel, penerapan sistem rangking ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan animo PTM dalam mengasah ketrampilan atletnya yang nantinya bisa dikirimkan kepada pembinaan yang dilakukan oleh Pengkab PTMSI Probolinggo.
“Dari sini PTMSI akan tahu sampai dimana kekuatan masing-masing atlet yang selama ini tidak pernah diketahui. Sehingga atlet bisa mengukur sampai mana dirinya mempunyai kemampuan. Semakin sering bertanding maka akan semakin terasah kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.
Penerapan sistem rangkin ini rutin dilakukan agar atlet bisa melatih disiplin untuk mengikuti latihan dan wajib hadir dalam forum pembinaan PTMSI. Sebab kalau atlet tidak hadir maka dia akan turun peringkatnya dan akan digantikan oleh atlet yang lain, katanya.
“Untuk penerapan sistem rangking ini, PTMSI awalnya membuat ada pertandingan dalam 2 (dua) kategori yakni sistem kompetisi dan sistem gugur. Hasil dari sistem gugur inilah nanti akan muncul rangking. Pada bulan berikutnya pada sistem rangking ini dipoolkan pada kelompok umur tertentu,” tegasnya.
Lebih lanjut Ajsroel menambahkan bahwa dalam sistem rangking ini setiap atlet bersaing ketat untuk bisa tampil sebagai yang terbaik dan mendapatkan beasiswa. Walaupun atlet berada di grup lain maka poinnya tetap diberlakukan sistem rangking.
Sistem rangking ini merupakan salah satu upaya dari PTMSI Probolinggo dalam melakukan pembinaan. Disamping sebagai ajang persiapan, dimana atlet dari sini kita siapkan untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Timur berusia 21 tahun ke bawah. Dengan memperhatikan atlet pada kriteria disiplin, kuat dan pandai.
“Kalau dijumlah, total pertandingan yang dilakukan dalam sistem rangking ini setahun lebih dari turnamen. Hingga saat ini, ada sekitar 15 PTM yang sudah bergabung dengan Pengkab PTMSI Probolinggo. Mudah-mudahan sistem baru ini bisa meningkatkan semangat dan motivasi atlet untuk terus berlatih mengasah ketrampilannya. Sehingga ke depan bisa menjadi atlet yang profesional dan tangguh,” tambahnya.(Wap)

Tags: