Pengaruh Gawai terhadap Minat Belajar Anak

Vini Yustika Rini 
Mahasiswi kuliah di Politeknik Negeri Cilacap (PNC)

Oleh :

Vini Yustika Rini 

Mahasiswi kuliah di Politeknik Negeri Cilacap (PNC)

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons (Wikipedia, 2017).
Berikut kutipan firman Allah SWT dan Hadist Nabi SAW, baik secara tegas maupun tidak dinyatakan secara terang-terangan mewajibkan orang untuk belajar agar memperoleh ilmu pengetahuan.
Allah SWT berfirman dalam surat al-Zumar ayat 9:
“…Katakanlah: adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran” (az-Zumar;9).
Islam memandang umat islam sebagai mahluk yang dilahirkan dalam keadaan kosong, tidak berilmu pengetahuan. Akan tetapi, Tuhan memberi potesi yang bersifat jasmaniah dan rohaniah untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan da teknologi untuk kepentingan uma islam itu sendiri.
Generasi muda di zaman serba modern seperti sekarang lebih suka hal-hal yang berbau instan. Menggali informasi dari dunia maya dan bermain game online adalah hal nomor sekian dari kebiasaan-kebiasaan berbau kekinian lainnya. Sehingga berdampak bagi anak itu sendiri salah satunya minat belajar menjadi menurun. Kegiatan menyerap pengetahuan dari buku pun berkurang dibandingkan dengan kegiatan mengotak-atik gawai dan mencari informasi pada jejaring sosial.
Berkurangnya minat belajar anak disebabkan karena berbagai faktor. Namun, ada 3 faktor yang sangat mempengaruhi hal ini, yaitu kurangnya perhatian dari orang tua itu sendiri. Padahal peran orang tua sangatlah penting dalam mempengaruhi minat belajar anak, karena orang tua bertugas mengawasi sang anak berlama-lama menggunakan gawai di tangan. Peran orang tua yang salah dalam memanfaatkan gawai adalah untuk memfasilitasi anak-anak sebagai hiburan hal ini biasa terjadi karena orang tua yang anak yang terlau sibuk dengan pekerjaannya atau mungkin karena adanya konflik internal di keluarga tersebut. Karena ketidakharmonisan dari keluarga akan membuat anak enggan untuk belajar dan lebih senang melakukan hal-hal yang dianggapnya bisa memberikan ketenangan anak dan mereka pun kehilangan waktu bersama yang membuat kurangnya perhatian.
Sehingga dalam perkembangannya, orang tua harus selalu mendorong minat anaknya sehingga anak merasa senang dan tidak jenuh dalam melakukan atau mengerjakan suatu kegiatan baik itu kegiatan di rumah maupun kegiatannya di sekolah. Dalam hal ini minat merupakan landasan penting bagi seseorang untuk melakukan kegiatan dengan baik. Sebagai suatu aspek kejiwaan minat bukan saja dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, tapi juga dapat mendorong orang untuk tetap melakukan dan memperoleh sesuatu. Hal itu sejalan dengan yang dikatakan oleh S. Nasution (dalam Nurhidayati, 2006:2) bahwa pelajaran akan berjalan lancar apabila ada minat. Anak-anak malas, tidak belajar, gagal karena tidak ada minat.
Faktor yang kedua yaitu salah pergaulan. Memilih teman bergaul merupakan faktor yang sangat penting, kenapa? Jika anak bergaul dengan orang yang tidak benar maka itu akan berdampak buruk bagi minat belajar dan perkembangan anak tersebut. Faktor yang paling dominan adalah faktor gawai. Melalui aplikasi gawai seorang anak menjadi kecanduan untuk memainkan gawai untuk berman game online dibandingkan dengan mencari informasi atau belajar dari buku digital yang lebih memudahkan belajar hanya dalam satu ketukan.
Untuk meningkatkan minat belajar perlu dilakukan mengatur waktu antara bermain gawai dengan belajar, Batasi penggunaan gadget pada anak. Anak boleh saja menggunakan gadget tetapi waktunya dibatasi misalnya setengah jam, atau saat senggang atau saat hari sabtu atau minggu. Waktu di saat anak santai dan tugas belajarnya telah selesai.
Bangsa yang maju adalah bangsa yang berwawasan luas dalam ilmu pengetahuan. Mereka berwawasan luas karena gemar menggali informasi dari proses belajar. Dengan belajar mereka dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut. Jika kita menengok masa lalu, orang-orang di zaman itu belum mengenal internet maupun gawai. Terlebih Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Eropa sehingga zaman kegelapan menyelebungi masyarakatnya, khususnya masyarakat pribumi. Bagi para kaum bangsawan, mereka memanfaatkan buku untuk belajar sebagai ladang pengetahuan, informasi dan menumbuhkan motivasi diri . Agak ironis memang. Apabila dibandingkan dengan keadaan di masa sekarang, di mana minat belajar anak semakin berkurang, dengan kemajuan zaman mempunyai sisi positif belajar tidak hanya melalui buku saja melainkan pengetahuan bisa didapat dengan mudah dengan digital yang terhubung dengan internet. Namun, penggunaan gawai saat ini tidak digunakan dengan baik sering kali membuat anak malas dalam hal belajar. Justru hal itu malah membobrokkan minat belajar pada generasi muda di zaman sekarang.
Manfaat belajar sangatlah banyak. Salah satunya dengan belajar dapat menambah banyak ilmu pengetahuan dan keterampilan pada diri anak. Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul.
Apakah alat yang efektif untuk menambah banyak ilmu pengetahuan? Jawabannya adalah dengan belajar.
Belajar dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan, yang semula tidak mengerti menjadi lebih jelas setelah belajar. Logikanya, tidak mungkin anak dapat mengetahui materi pelajaran / kuliah kalau mereka tidak belajar ilmu pengetahuan terlebih dahulu. Dari sini jelas bahwa belajar sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan terhadap suatu materi yang dipelajari.
Nah, sudah jelas bukan? Dari pembahasan di atas ada sisi positif penggunaan gawai dan sisi buruknya. Kita sebagai calon pendidik harus pintar pintas membuat kreasi guna meningkatkan minat belajar anak.

——– *** ———

Tags: