Penataan PKL Kota Batu Tak Tuntas, Pedagang Mulai Gunakan Sajam

PKL korban penyerangan saat dibawa petugas ke RS Hasta Brata

Kota Batu,Bhirawa
Relokasi dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu dengan pembagian lokasi per Paguyuban PKL, ternyata tak sepenuhnya menuntaskan masalah. Kali ini perseteruan bukan terjadi antara PKL dengan Aparat Satpol PP ataupun Polisi, melainkan terjadi antar para PKL sendiri. Rabu (8/8) malam, pukul 22.00 WIB, terjadi penyerangan PKL bersenjata tajam terhadap rekannya sendiri sehingga korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu.
“Korban mengalami luka robek di bagian kepala akibat sabetan pedang milik pelaku. Korbanpun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasta Brata untuk mendapatkan penanganan medis,”ujar Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo, Kamis (9/8).
Diidentifikasi, kedua korban penyerangan bernama Surya Candra Harsono alias Cala, 43 th, serta Rendra Oni Fernando alias Nando, 22th. Keduanya adalah warga asal Kampung Kali Putih, Kelurahan Sisir Kota Batu. Korban yang menjadi penjual Sate Malaysia di jl. Kartini ini diserang dengan menggunakan senjata jenis pedang saat berada di teras kantor Pusat Informasi Alun-Alun Batu, Rabu (8/8) pukul 22.00 WIB.
Diduga pelaku penyerangan adalah Kristian Aris bersama kakaknya, Kristian Adi yang juga merupakan PKL yang berdagang Ceker Pedas di Jl.Munif. Keduanya dikenal sebagai warga asal Perumahan Wilis, Kelurahan Sisir Kota Batu. “Kini kedua terduga pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti 1 senjata jenis pedang, dan 1 senjata jenis roti kalung (gir berantai),”jelas Anton.
Meskipun diduga sebagai penyerang, Kristian Adi juga mengalami luka tusuk di pahanya sedalam 3 Cm. Hal inilah yang kini didalami oleh penyidik Kepolisian, apakah dalam kejadian ini kedua kubu saling menyerang, atau penyerangan hanya dilakukan oleh pelaku.
Sementara, dari informasi berbagai sumber di TKP, sudah ada perselisihan antara PKL Kota Batu dengan Kristian Adi Candra dan adiknya Aris. Karena keduanya tetap memaksanakan diri untuk berjualan di Jl.Munif yang telah ditetapkan oleh Pemkot Batu sebagai kawasan bebas atau steril dari PKL
“Sebelumnya para pedagang telah mengingatkan Kristian Adi Candra dan adiknya Kritian Aris agar berjualan di tempat yang telah disepekati oleh semua pedagang. Namun mereka tetap saja berjualan di Jl. Munif,” ujar salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya.
Diketahui, Pemkot Batu telah merelokasi PKL Alun-Alun Batu untuk berjualan di Jl. Kartini dan di bawah food court hingga ke depan Gor Genesha. Karena Pemkot mengambil kebijakan untuk mengosongkan Jl.Sudiro dan Jl.Munif dari keberadaan PKL.
Sementara itu, Kepolres Batu AKBP Budi Hermanto S.IK mengatakan jika permasalahan yang melibatkan PKL Alun-Alun Batu tersebut karena relokasi tempat. Sehingga ada beberapa PKL yang tidak mendapat bagian tempat dan akhirnya nekat berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan.
“Dengan kejadian ini, saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi adanya pihak tertentu yang memanfaatkan dan menyalahgunaan situasi ini,” pesan Kapolres.
Sebelumnya, para PKL telah menyetujui untuk pindah berdagang di area relokasi pada hari Senin (23/7). Namun tak sepenuhnya PKL menyetujui hal ini.
Pada Selasa (24/7) malam, sekitar 30 PKL lengkap dengan lapaknya kembali menghiasi trotoar bahkan sedikit bahu jalan sebelah barat alun-alun tepatnya di Jl.Sudiro. Mereka menganggap penataan PKL di food court dan area parkir GOR Ganesha kurang representatif untuk berdagang.(nas)

Tags: