Pemkot Malang Luncurkan Gerakan Gemar ke Pasar

Sutiaji Plt Wali Kota Malang saat memimpin rakor Senin 13/8 kemarin

Kota Malang, Bhirawa
Plt. Walikota Malang Sutiaji mendorong untuk dilakukan gerakan “Gemar ke Pasar (tradisional)” hal itu disampaikan oleh Plt. Wali Kota Malang, saat rapat koordinasi bersama Sekkota, jajaran Asisten, Staf Ahli dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Senin 13/8 kemarin.
“Gerakan ini tidak dalam konteks memposisikan secara berhadapan antara pasar tradisional dengan pasar modern, tetapi karena lebih saya melihat di pasar (tradisional) ada nilai nilai budaya bangsa yang harus kita kuatkan. Di sini (red. pasar), silaturahmi mampu terus dipupuk, kehangatan hubungan mampu terbangun, dan jiwa sosial terus dihidupkan, “ujar Plt. Walikota Malang, yang juga Walikota terpilih untuk masa bhakti 2018-2023.
Ditambahkan pria ramah ini, kemajuan teknologi sebuah keniscayaan. Mesin telah banyak menggantikan manusia. Mesin telah menggeser nilai nilai dan budaya. Yang paling mencolok, dampak negatif kemajuan teknologi adalah makin kuatnya sikap individualistik, bahkan pada titik tertentu menjadikan “perilaku robotik” serta renggangnya hubungan sosial.
“Oleh karenanya harus kita hidupkan secara masive lembaga lembaga sosial yang memiliki nilai sosial dan budaya nusantara. Diantaranya adalah keberadaan pasar,”tukasnya.
Karena menurut dia, dipasar tradisional ada interaksi sosial yang pasti terjadi. Di pasar, komunikasi fisik langsung terjadi antara produsen dengan konsumen, bahkan di antara konsumen itu sendiri.
Diakui dia, memang secara fisik, seringkali pasar dilabeli lingkungannya kurang nyaman. Namun langkah revitalisasi, seperti pada pasar Oro Oro Dowo, menegaskan bahwa pasar juga mampu memberikan kenyamanan tersendiri dan juga “modern adaptable” karena sekarang proses pembayaran retribusi sudah non tunai (e retribusi).
“Fasilitas kursi tunggu, troiler (kereta dorong belanja), ruang laktasi, info digital harga sembako, juga menegaskan pasar sangat layak untuk dijadikan rujukan sekaligus terus dibudayakan, “tegas Sutiaji.
Ia menyampaikan Gemar ke Pasar, akan menjadikan gerakan masive. Dan pada proses awal sekaligus edukasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Malang, kita dorong untuk belanja di pasar pasar yang ada di kota Malang. Kita hidupkan dan uri uri nilai nilai budaya yang ada di pasar sebagai salah satu media penguat nilai kebangsaan. Bertepatan ini juga momen peringatan 73 Tahun Kemerdekaan RI. [mut]

Tags: