Mendorong Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Dunia

Andita R Damayanti

Oleh :
Andita R Damayanti
Mahasiswi D3 Teknik Informatika di Politeknik Negeri Cilacap

Indonesia, negara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada diantara daratan Benua Asia dan Australia. Menjadi negara dengan kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau di dalamnya dan populasi hampir mencapai 270.054.853 jiwa. Indonesia juga telah menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar ke – 4 di dunia setelah Republik Rakyat Cina, India, dan Amerika Serikat.
Dengan kondisi Bangsa Indonesia yang dipisahkan oleh lautan, menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan. Dan menjadi tantangan besar bagi Bangsa Indonesia agar dapat terus menjaga kesatuannya dengan kondisi tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Bangsa Indonesia adalah dengan terus menjaga komunikasi agar dapat mempertahankan bangsa ini. Alat yang digunakan dalam hal ini adalah Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia yang selama ini kita percayai sebagai salah satu varian Bahasa Melayu ternyata berkembang dengan pesat. Dari tahun 1901 Indonesia ( sebagai Hindia Belanda ) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu mengadopsi ejaan Wilkinson. Bahasa Indonesia yang dijadikan bahasa pemersatu bangsa telah telah diresmikan pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Saat ini, Bahasa Indonesia telah menjadi pertimbangan di mata dunia. Bukan semata karena Indonesia kaya akan suku, adat, budaya dan kekayaan alam namun karena Indonesia saat ini tengah menanjak naik, berperan serta dalam dinamika internasional. Berdasar hal tersebut, pantas jika kita dihadapkan pada wacana Bahasa Indonesia layak sebagai bahasa internasional.
Tujuan pemerintah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia. Pemerintah juga melihat adanya peluang diplomasi dengan mulai maraknya penggunaan Bahasa Indonesia sampai kancah internasional kini. Kemendikbud telah mengirimkan sekitar 220 tenaga pengajar Bahasa Indonesia ke berbagai Negara terutama Asia. Para tenaga pengajar yang dikirimkan dapat menjalankan misi khusus, yaitu diplomasi lunak melalui bahasa.
Saat ini juga tercatat bahwa jumlah penutur Bahasa Indonesia adalah terbesar ke – 4 di dunia setelah Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol. Hal ini didukung dengan fakta bahwa banyak sekolah bahkan universitas luar negeri yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu jurusan di dalamnya. Seperti Tokyo University of Foreign Studies ( TUFS ), Taras Shevchenko National University of Kyiv Ukraina, Universitas Mohammed V Maroko, University of Southern Queensland Autralia, bahkan Bahasa Indonesia juga menempati posisi ke – 4 bahasa populer di Australia.
Sampai saat ini ada 174 pusat pembelajaran resmi Bahasa Indonesia yang dibina oleh Kedutaan Besar Indonesia di berbagai negara. Paling banyak ada di Jepang yaitu 38 tempat, di Australia 36 dan banyak lagi di negara lain. Hal ini membuktikan minat bangsa lain dengan Bahasa Indonesia cukup tinggi. Bahkan, Timor Leste, negara yang telah memisahkan diri dengan Indonesia juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kedua setelah Bahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena jumlah penutur Bahasa Indonesia di Timor Leste dapat menyamai jumlah penutur Bahasa Inggris di sana.
Aneh rasanya jika melihat betapa antusias para warga negara asing mempelajari bahasa kita, Bahasa Indonesia sedangkan masyarakat pribumi berlomba lomba mempelajari bahasa asing yang lain. Bahkan saat ini, tingkat minat pembelajaran Bahasa Indonesia di Indonesia sendiri lebih kecil dari minat pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Bangsa kita kerap kali acuh pada penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari hari, seolah Bahasa Indonesia hanya dapat digunakan di dalam negeri saja, tanpa mereka sadari bahwa di luar sana Bahasa Indonesia sedang berkembang dan menunjukan keberadaannya sampai tingkat internasional.
Lucu jika mendengar pendapat, “Bisa apa kita jika tidak mempelajari Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dll”. Memang benar adanya opini tersebut, dulu. Saat ini, bahkan terhitung hampir sepersepuluh jumlah penduduk di dunia dapat menggunakan Bahasa Indonesia, mulai dari berbicara, menulis dan membaca menurut sumber CNN Indonesia.
Menumbuhkan minat belajar warga negara asing dengan Bahasa Indonesia terhitung mudah, karena mereka cinderung memikirkan kekayaan alam, wisata dan budaya Indonesia yang menarik untuk mereka pelajari dengan adanya Bahasa Indonesia. Dengan berkembangnya Bahasa Indonesia, selayaknya pula kita sebagai masyarakat pribumi turut serta dalam usaha pengembangan Bahasa Indonesia dari dalam negeri. Jangan biarkan warga negara asing lebih mahir menguasai Bahasa Indonesia dibanding warga pribumi sendiri. Namun kita juga patut mendukung berkembangnya Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang digunakan secara luas di seluruh dunia.

———– *** ———–

Tags: