Lulus Program Akselerasi Jadi Mahasiswa Paling Muda

Faida

Faida
Di usia yang baru 15 tahun, Faida telah menyandang status sebagai mahasiswa. Di diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Faida pun tercatat sebagai mahasiswa termuda yang diterima di kampus tersebut.
Hal itu sama sekali tidak disangkanya. Namun ia tidak menampik, masuk perguruan tinggi lebih cepat memang menjadi bagian dari targetnya. “Saya tidak menyangka menjadi mahasiswa termuda di sini (Unair). Apalagi saya mengikuti jalur SBMPTN. Tapi memang kuliah di usia muda sudah saya progreskan,” tutur perempuan berparas manis ini.
Oleh karenanya, sambung dia, sejak SMP saya mengikuti program akselerasi. Hal itu dilakukan karena, Faida mempunyai pandangan yang berbeda dengan kebanyakan orang terkait pendidikan. Program akselerasi diakuinya mampu memberikan kesempatan untuk memperoleh ilmu lebih banyak lagi.
“Tidak ada bedanya sekolah dua tahun atau tiga tahun. Yang dipelajari itu-itu saja. karena semua materi bentuk pengembangan dari materi sebelumnya,” ujar putri ketiga dari dr. Fahmi Muhammad dan dr. Farida Anwari ini.
Dalam proses belajar, selama ini Faida mengaku jika dirinya cukup menikmati setiap materi dasar yang ia pelajari. Terlebih lagi, materi-materi dalam peminatan IPA yang selama ini menjadi momok bagi sebagian besar teman-teman sebayanya, mampu dia pelajari dengan baik. “Saya tidak terbebani dengan belajar. Kalau bisa malah, semua materi dasar harus dipelajari. Penguasaan materi nggak hanya sekedar belajar tapi juga harus dipahami,” urai dia.
Bukan tanpa alasan Faida bertekad dalam menuntaskan pendidikannya sedini mungkin dan mendapatkan ilmu sebanyaknya. Ini karena, ia dibesarkan dalam keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai dokter, termasuk profesi kedua orangtuanya. Namun ia menyangkal jika pilihannya terjun di dunia kedokteran merupakan desakan dari kedua orangtuanya.
“Ini bukan paksaan dari siapapun. Justru saya terinspirasi dari papa saya ketika mengobati pasien. Melihat pasien sembuh setelah diobati itu yang membuat kepuasan diri. Hal itu lah yang membuat saya tergerak untuk menjadi orang yang bermanfaat,” terang lulusan SMAN 1 Krian ini. [ina]

Tags: