KPU Perlu Perbaiki Metode Pengumuman DCS

Komisi Pemilihan Umum perlu memperbaiki metode pengumuman tentang daftar calon sementara anggota legislatif. Kalau metodenya tidak diperbaiki, bisa jadi masyarakat akan tetap tidak peduli terhadap DCS (daftar calon sementara) hingga akhirnya saat pencoblosan dalam pemilu, mereka seolah membeli kucing dalam karung karena tidak mengenal calon legislator yang akan dipilih.
Kurang responsnya masyarakat selain karena kurang gencarnya sosialisasi penyampaian tanggapan atas DCS itu juga disebabkan oleh format sosialisasinya yang kurang menarik.
KPU memang telah merilis DCS melalui berbagai media, termasuk media cetak maupun elektronik. Akan tetapi, ajakan dan imbauan tentang pentingnya partisipasi masyarakat untuk ikut menelisik daftar calon belum cukup tersosialisasikan secara masif.
Di samping itu, KPU mestinya bisa mengemas pesan krusial tersebut dalam format yang menarik agar mengena di benak publik dan membuat mereka tergerak untuk menanggapi serta mengkritisi DCS, bukan sekadar dalam bentuk pengumuman yang bersifat formal.
Rendahnya partisipasi masyarakat, kata dia, juga dikarenakan oleh kurang dikenalnya para calon legislator.
Bagaimana masyarakat mau mengkritisi bila mereka tidak mengenal caleg-caleg yang ditawarkan partai politik itu? Apalagi, akses untuk mengetahui data riwayat hidup (curriculum vitae) mereka sangat terbatas.
Minimnya tanggapan tersebut juga disebabkan belum dibukanya mekanisme pelaporan yang aman, misalnya memungkinkan adanya pelaporan anonim.
Yang penting dilihat adalah bukti-buktinya yang dapat dipercaya, bukan siapa yang melaporkan. Ini, di satu sisi pelapor merasa aman, di sisi lain kebenaran laporan akan tetap terjamin.
Oleh karena itu, KPU perlu memperbaiki metode pengumuman dan sosialisasi DCS agar masyarakat antusias memberi tanggapan atas calon-calon legislator tersebut.

Ahmad Sabiq
Dosen Teori Partai Politik dan Sistem Pemilu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Tags: