KPK Telusuri 13 Aset Bupati Terpilih Tulungagung

Tim KPK sat melakukan penggeledahan di rumah Ketua DPRD Tulungagung Supriyono, Selasa (28/8).

Rumah Wabup Terpilih dan Ketua DPRD Digeledah KPK
Tulungagung, Bhirawa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya untuk mengungkap kasus dugaan suap infrastruktur yang melibatkan Bupati Tulungagung terpilih Syahri Mulyo SE MSi dan Kepala PUPR Kabupaten Tulungagung, Sutrisno ST MT.
Kali ini komisi anti rasuah itu menulusuri aset yang dimiliki Syahri Mulyo dan melakukan penggeledahan di rumah Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Drs Maryoto Birowo MM di Jl Raya Kecamatan Karangrejo dan di kediaman Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru, Selasa (28/8).
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tulungagung, Eko Jauhari, mengakui jika tim KPK mendatangi Kantor BPN Tulungagung untuk menelusuri aset milik Syahri Mulyo. “Ada 13 aset milik Syahri Mulyo yang bakal ditelusuri KPK. Ada yang atas nama sendiri (Syahri Mulyo) dan sebagian lagi atas nama keluarganya. Atas nama anak dan istrinya,” ujarnya.
Eko Jauhari menuturkan tim KPK datang ke Kantor BPN Tulungagung pada Senin (27/8) siang sampai sore hari. Mereka terdiri dari dua orang perempuan. “Kami layani mereka (KPK) ketika meminta buku tanah dan mereka kemudian memfotonya,” katanya.
Menjawab pertanyaan, Eko Jauhari mengungkapkan permintaan KPK untuk datang ke Kantor BPN Tulungagung diketahui seminggu lalu. KPK melayangkan surat melalui Kantor BPN Wilayah Jatim di Surabaya. “Jadi kami tinggal memberikan apa-apa yang dibutuhkan oleh KPK,” terangnya.
Ia menyebut saat ini tim KPK di Tulungagung baru melakukan survei terkait aset-aset milik Syahri Mulyo. Belum melakukan penyitaan.
Sebelumnya, Eko Jauhari mengakui pula jika aset yang dimiliki Syahri Mulyo berjumlah 21 aset yang tercatat di BPN Tulungagung. Namun hanya 13 aset yang akan ditindaklanjuti oleh KPK. “Kemungkinan yang tidak ditindaklanjuti itu karena tidak berhubungan dengan kasus atau sebelum Syahri Mulyo menjabat Bupati Tulungagung,” ucapnya.
Eko Jauhari enggan membeberkan lebihjauh aktifitas KPK di Kantor BPN Tulungagung. Apalagi terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tim KPK. “Saya hanya sebentar menemui tim KPK. Selebihnya sama staf yang menangani,” elaknya.

Geledah Rumah
Sementara itu saat anggota KPK juga melakukan penggeledahan di rumah Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Drs Maryoto Birowo MM di Jl Raya Kecamatan Karangrejo dan di kediaman Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi di Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru, Selasa (28/8).
Informasi yang diperoleh menyebutkan tim KPK yang melakukan aktifitas penggeledahan ada dua tim. Sementara tim yang ketiga melakukan penulusuran aset milik Syahri Mulyo.
Tim KPK yang pertama melakukan penggeledahan adalah tim KPK yang menggeledah rumah Supriyono. Mereka mengendarai tiga mobil saat datang ke rumah Supriyono sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara, tim yang kedua melakukan penggeledahan di rumah Maryoto Birowo pada pukul 11.30 WIB. Di kediaman Wakil Bupati Tulungagung terpilih ini pun tim KPK mengendarai tiga mobil dan juga dikawal sejumlah aparat kepolisian dari Polres Tulungagung sebagaimana tim KPK yang melakukan penggeledahan di rumah Supriyono.
Pantauan Bhirawa, tim KPK merampungkan penggeledahan di rumah Maryoto Birowo pada pukul 13.00 WIB. Tim membawa dua koper hitam setelah melakukan penggeledahan di rumah tersebut.
Maryoto Birowo saat penggeledahan sedang tidak ada di rumah. Ia dikabarkan berada di Kota Malang. Hanya salah seorang putranya yang mendampingi KPK ketika penggeledahan berlangsung, disamping Sekcam Kecamatan Karangrejo.
Sedang di rumah Supriyono, tim KPK menyelesaikan penggeledahan juga sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka pun membawa sebuah koper seusai melakukan penggeledahan.
Supriyono yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini saat penggeledahan berlangsung tidak berada di rumahnya. Ia sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci Makkah.
Sampai berita ini ditulis, tim KPK terus melakukan aktivitasnya di Tulungagung. Tim yang melakukan penelusuran aset milik Syahri Mulyo mengunjungi sebidang pekarangan yang berada tak jauh dari Terminal Gayatri Kota Tulungagung. Dan yang terbaru, rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Ir Indra Fauzi MM juga dikabarkan sedang digeledah pula oleh Tim KPK.
Sebelumnya, Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar SIK, ketika dikonfirmasi wartawan mengakui jika KPK kembali melakukan aktivitas di Tulungagung. Rencananya, tim KPK beraktifitas di Tulungagung selama dua hari. Yakni, Selasa (28/8) dan hari ini, Rabu (29/8). [wed]

Tags: