Kementerian Perindustrian Tawarkan IKM Logam Kabupaten Sidoarjo

Para IKM logam peserta sosialisasi peremajaan mesin dari Kab Sidoarjo dan Pasuruan foto bersama dengan Kepala Subdirektorat PPILM, Elektronika dan Alat Angkut dari Kementrian Perindustrian serta dengan Kepala Disperindag Kab Sidoarjo. [alikus/Bhirawa]

(Program Peremajaan Mesin) 

Sidoarjo, Bhirawa
IKM logam di Kab Sidoarjo patut bersyukur. Karena pada tahun 2018 ini, mendapat tawaran program peremajaan atau restrukturisasi mesin/peralatan dari Kementrian Perindustrian Sub Direktorat Program Pengembangan IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut.
Disampaikan DR Ciska Farida Ariany SSIT, MSi, Kepala Subdirektorat PPILM, Elektronika dan Alat Angkut dari Kementrian Perindustrian, karena di Indonesia program ini disosialisasikan hanya di dua provinsi saja. Yakni di Jawa Timur dan Provinsi Riau.
“Sedangkan di Provinsi Jatim, program kita ini disosialisasikan hanya pada IKM logam di Sidoarjo saja, program ini khusus hanya untuk IKM, tidak untuk pengusaha besar,” kata Ciska, ditemui disela-sela kegiatan Sosialisasi program ini di Sun City Hotel Sidoarjo, Selasa (28/8) kemarin.
Kenapa program ini disosialisasikan pada IKM logam di Sidoarjo, karena dianggap keberadaan IKM logam nya termasuk potensial dan jumlahnya banyak dibanding dengan daerah lain.
Menurut Ciska, para IKM logam mendapat tawaran program ini, agar keberadaan alat mesin produksi mereka, kondisinya terus diremajakan. Sehingga bisa menghasilkan produk logam yang meningkat. Baik dari sisi kuantitas dan kualitasnya.
Syaratnya secara administrasi, para IKM logam harus lebih dulu membeli mesin baik dari dalam negeri maupun dari import. Pembelian harus by transfer pada bank tertentu. Nanti setelah dilakukan survey dan pemeriksaan oleh petugas, IKM yang pengajuannya lolos, akan mendapatkan pengembalian atau semacam cash back dari nilai pembelian mesinnya.
Untuk mesin yang dibeli dari dalam negeri akan dapat cash back sebesar 30 % dan pembelian mesin dari import akan dapat cash back 25 %. Pengajuan dari IKM tiap tahunnya bisa maksimal sampai tiga kali.
“Program ini untuk membantu IKM logam agar produksi mereka bisa berkembang, dengan punya mesin baru tentunya usaha IKM berkembang, dari sisi kualitas dan kuantitas,” tutur Ciska.
Disampaikan Ciska, program seperti ini sudah mulai dijalankan sejak tahun 2009 lalu. Sampai sekarang masih berjalan. Pada tahun 2018 ini dianggarkan dana sebesar Rp1.9 miliar untuk IKM logam se Indonesia.
“Kami minta Disperindag Sidoarjo agar terus mengawal program ini, agar teman IKM nya bisa ikut program ini, sehingga bermanfaat bagi mereka,” kata Ciska, yang juga membuka kegiatan tersebut.
Dari data, kegiatan kemarin, diikuti sebanyak 30 IKM logam dari Kab Sidoarjo, juga diikuti 10 IKM logam dari Kab Pasuruan.
Sementara itu, disampaikan Kepala Disperindag Kab Sidoarjo,DR Feny Apridawati SKM, MKes, jumlah total IKM di Kab Sidoarjo, ada sebanyak 16.500 IKM. Untuk IKM logam, kata Feny, banyak tersentral di Desa Ngingas, Desa Kureksari dan Desa Wedoro Kec Waru.
“Kami sangat syukur atas perhatian dari Dirjen Perindustrian atas program ini. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan bermanfaat,” kata Feny yang juga hadir dan memberikan sambutannya. (kus. adv)

Tags: