Karyawan RSUD Kabupaten Tulungagung Mundur Bacaleg

Suprihno

Tulungagung, Bhirawa
Kendati KPU Tulungagung sudah mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD Tulungagung, jumlah bakal calon legislatif (bacaleg) di kabupaten tersebut dipastikan berkurang lagi. Kepastian berkurangnya bacaleg tersebut setelah dua bacaleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) mengundurkan diri.
Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, Rabu (22/8), ketika ditanya Bhirawa mengakui jika ada dua bacaleg yang mengundurkan diri kendati sudah masuk DCS. “Dua orang itu mengundurkan diri karena tidak mendapat izin dari pimpinannya,” ujarnya.
Kedua bacaleg yang mengundurkan diri itu, lanjut Suprihno, selama ini bekerja sebagai karyawan di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dan mereka semua mendaftar sebagai bacaleg di PBB untuk DPRD Tulungagung. “Karena sudah mengundurkan diri otomatis nanti tidak akan masuk dalam DCT (Daftar Calon Tetap) anggota DPRD Tulungagung,” tuturnya.
Suprihno menjelaskan dengan pengunduran diri dua bacaleg dari PBB tersebut kini jumlah bacaleg untuk DPRD Tulungagung berkurang lagi. Dari yang sebelumnya berjumlah 519 sekarang menjadi 517 bacaleg.
Menjawab pertanyaan, Suprihno menandaskan tidak ada pengganti bagi bacaleg laki-laki yang mengundurkan diri. “Jadi kalau yang mengundurkan diri itu bacaleg laki-laki tidak ada pergantian bacaleg oleh partai yang mendaftarkannya,” terangnya.
Sedang terkait laporan masyarakat pada DCS anggota DPRD Tulungagung yang telah diumumkan, pria yang lulus dari Universitas Jember (Unje) ini membeberkan ada tiga laporan yang masuk. Semuanya melaporkan satu bacaleg yang sama. “Tetapi belakangan ada satu dari tiga orang yang melaporkan itu yang kemudian mencabut laporannya,” ucapnya.
Ketika ditanya kemungkinan ada lagi bacaleg yang dilaporkan, Suprihno menyatakan hal itu bisa saja terjadi. “Baru-baru ini ada kabar yang menyebutkan akan ada lagi bacaleg yang akan dilaporkan ke KPU Tulungagung. Namun sampai saat ini belum ada yang lapor lagi. Baru yang satu bacaleg itu,” paparnya.
Sementara itu, Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifai, ketika dikonfirmasi Bhirawa soal dua karyawan RSUD dr Iskak yang mengundurkan diri sebagai bacaleg karena tidak diizinkan pimpinannya belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya mengatakan bahwa sepertinya kedua karyawan tersebut sudah menghadap ke Bagian Kepegawaian RSUD dr Iskak Tulungagung. “Tunggu ya saya konfirmasi ke Bagian Kepegawaian,” ujarnya.
Namun sampai berita ini ditulis, Mohammad Rifai belum juga memberi keterangan atau penjelasan mengapa kedua karyawan RSUD tersebut tidak mendapat izin dari pimpinannya untuk menjadi bacaleg DPRD Tulungagung. (wed)

Tags: