Instruksikan Sekolah Gunakan Busana dan Bahasa Daerah

Seluruh staf dan kepala Cabang Dinas Pendidikan provinsi jatim wilayah Bojonegoro kenakan pakain daerah.

Bojonegoro, Bhirawa
Pemandangan berbeda terlihat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan (dindik) Jatim wilayah Bojonegoro. Para pegawai yang biasa mengenakan pakaian dinas harian, kemarin tampak lebih menarik dengan memakai pakaian khas daerah, Kamis (2/7).
Di kantor yang terletak di Jalan Basuki Rahmad tersebut, para pegawai pria menggunakan baju daerah atas bawah hitam, dilengkapi dengan udeng/songkok. Sementara untuk perempuan, mengenakan pakaian daerah lengkap dengan kebaya warna hitam, dan bawahan pakai kain jarik.
Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Bojonegoro, Sumiarso menuturkan, pemakaian busana adat ini sesuai dengan Pergub Jawa Timur Nomor 19 tahun 2014 tentang mata pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal, bagi sekolah / madrasah.
Serta seluruh kacabdin wilayah kab/kota, kepala satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus negeri dan swasta se jawa timur. ” Tujuannya untuk membangun karakter generasi bangsa. Dengan begini kita juga belajar untuk tetap nguri-nguri budaya,” ujarnya.
Selain itu, Cabdindik Wilayah Kabupaten Bojongoro juga mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan bahasa daerah dan pakaian adat ke masing-masing sekolah. “Edaran merupakan tindak lanjut Surat Dindik Jatim Nomor : 005/529/101.5/2018, tentang penggunaan bahasa dan pakaian adat daerah,” paparnya.
Adapun menggunakan bahasa daerah dilaksanakan pada setiap satu minggu sekali, serta menggunakan pakai adat daerah dilakukan satu bulan satu kali. ” Pemberlakukan penggunaan bahasa serta pakaian adat daerah, dilakukan setiap hari Kamis pada minggu pertama setiap bulannya, sejak tanggal 2 Mei 2018,” imbuhnya.
Menurut Sumiarso, surat edaran itu untuk semua lembaga penyelenggara pendidikan menengah (dikmen). Meliputi SMA, SMK, dan pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK), baik itu negeri maupun swasta. Surat edaran dari pihaknya, telah dikirim sejak tanggal 30 April 2018 kemarin.
“Ada beberapa sekolah yang sudah melaksanakan penggunaan bahasa serta pakaian adat daerah, yakni SMAN Tambakrejo, SMAN MT, SMAN 4, SMAN 2 Bojonegoro, dan hampir merata sekolah kota,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dilakukan untuk memberikan sentuhan pelayanan yang berbeda kepada masyarakat. Pelayananan dengan penggunaan bahasa serta pakaian adat daerah, namun tidak sedikit masyarakat yang mengapresiasi busana adat daerah.
“Kalau bisa setiap hari kaya begini. Supaya masyarakat yang mengurus liganisir tidak jenuh,” kata Ludvianto warga Bojonegoro saat mengurus liganisir ijasah. [bas]

Tags: